JAKARTAHYPE.COM - Persiapan besar tengah digalakkan untuk gelaran Esports Nations Cup 2026 (ENC) yang akan diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi. Ajang ini diproyeksikan menjadi kompetisi esports tingkat global yang membawa semangat kompetisi antarnegara.

Sebanyak 700 pelatih game terbaik dari lebih dari 100 negara dijadwalkan terlibat dalam proses pembentukan tim nasional. Mereka akan bekerja keras memilih dan melatih talenta terbaik untuk mewakili negara masing-masing dalam turnamen yang dijadwalkan pada 2 hingga 29 November 2026.

ENC 2026 diposisikan sebagai kompetisi esports tingkat lanjut (next level) yang mengusung format berbasis negara, mirip dengan semangat Olimpiade. Langkah ini menunjukkan keseriusan dalam mengangkat esports ke kancah internasional dengan representasi nasional yang kuat.

Proses seleksi pemain telah dimulai dan memiliki tenggat waktu yang ketat, yakni wajib selesai paling lambat pada 10 Mei 2026. Pendaftaran masih dibuka hingga 30 April 2026, memberikan kesempatan bagi talenta baru untuk unjuk gigi.

Menariknya, ENC 2026 memberikan peluang terbuka bagi semua wilayah, termasuk mereka yang belum memiliki National Team Partners (NTP) untuk berpartisipasi. Seleksi akan didasarkan pada peringkat dan rekam jejak prestasi pemain untuk menjamin keadilan kompetisi.

Para pelatih yang terpilih merupakan sosok-sosok berpengalaman, berasal dari lebih dari 90 organisasi esports ternama dunia. Mereka terdiri dari mantan juara dunia, analis ahli, hingga pelatih muda yang sedang naik daun.

Indonesia turut mengirimkan perwakilan pelatih terbaiknya dalam ajang ini, seperti BecakMogok untuk League of Legends dan Baskoro "roseaufy" Putra untuk VALORANT. Nama-nama lain seperti Glen "OmKurus" Pangalila dan Kenny "Xepher" Deo turut ambil bagian, membuktikan kualitas pelatih Indonesia di mata dunia.

Kolaborasi lintas negara juga menjadi sorotan, misalnya pelatih asal Brasil, Guilherme "gohaN" Alf, yang akan menangani tim Amerika Serikat untuk game Tom Clancy’s Rainbow Six Siege. Hal ini diharapkan dapat memperkaya variasi strategi dalam turnamen.

Selain itu, ENC 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi pelatih perempuan, menandakan inklusivitas yang semakin kuat dalam ekosistem esports global. Beberapa nama seperti Camila "Mia" López dan Nikol "Kehayoyo" Kehayova menjadi bagian penting dari perkembangan ini.