JAKARTAHYPE.COM - Perseteruan lama antara dua figur teknologi terkemuka dunia, Elon Musk dan Sam Altman, memasuki babak baru yang signifikan. Konflik ini berpusat pada masa lalu dan arah strategis perusahaan kecerdasan buatan (AI) OpenAI yang pernah mereka dirikan bersama.

Keduanya, bersama beberapa pendiri lainnya, turut serta dalam mendirikan OpenAI pada tahun 2015. Awalnya, OpenAI didirikan sebagai laboratorium AI yang beroperasi secara nirlaba, sebuah fondasi yang kini menjadi inti sengketa hukum.

Namun, hubungan profesional mereka merenggang pada tahun 2018 ketika Musk memutuskan untuk mundur dari kepengurusan perusahaan. Keputusan tersebut terjadi setelah Musk gagal menyatukan visi OpenAI dengan entitasnya yang lain, Tesla, serta perbedaan pandangan mengenai arah pengembangan perusahaan.

Perubahan status OpenAI dari organisasi nirlaba menjadi entitas yang mencari keuntungan menjadi pemicu utama gugatan terbaru yang diajukan oleh Elon Musk. Musk menuding bahwa perubahan fundamental ini telah melanggar janji awal pendirian.

Gugatan senilai fantastis US$134 miliar, setara dengan sekitar Rp 2.300 triliun, telah diajukan Musk ke pengadilan di California Utara. Gugatan ini secara spesifik menargetkan Sam Altman selaku CEO dan Greg Brockman selaku Presiden OpenAI.

Dilansir dari CNBC Internasional, Senin (27/4/2026), jika tuntutan hukum ini berhasil, Musk memiliki beberapa tuntutan spesifik. Tuntutan utama adalah pembatalan status OpenAI sebagai perusahaan berbasis keuntungan kembali menjadi lembaga nirlaba.

Selain itu, Musk juga menuntut agar semua keuntungan yang diperoleh OpenAI sejak perubahan status tersebut dikembalikan kepada organisasi nirlaba OpenAI, bukan kepada dirinya secara pribadi. Tuntutan lainnya adalah pencopotan Altman dan Brockman dari posisi mereka saat ini.

Musk sebelumnya juga pernah melayangkan gugatan serupa pada tahun 2024 atas isu yang sama. Ia merasa telah ditipu mengenai janji awal perusahaan untuk mengutamakan jalur pengembangan AI yang lebih aman dan terbuka ketimbang fokus pada profitabilitas.

Menanggapi hal ini, OpenAI telah memberikan respons tegas mengenai gugatan yang diajukan oleh pendiri SpaceX tersebut. "Menurut OpenAI, gugatan Musk sebagai tidak berdasar," sebagaimana disampaikan dalam dokumen kepada calon investor awal tahun ini.