JAKARTAHYPE.COM - Pada hari Jumat, Pentagon secara resmi merilis sejumlah besar dokumen yang sebelumnya dirahasiakan terkait penampakan objek terbang tak dikenal (UFO) dan fenomena anomali tak teridentifikasi (UAP). Rilis dokumen ini mencakup deskripsi penampakan yang dilaporkan oleh warga sipil di Bumi hingga kesaksian dari para astronaut yang bertugas di Bulan.

Langkah deklasifikasi masif ini dilakukan atas arahan langsung dari Presiden Donald Trump, yang sebelumnya telah menyatakan keinginannya untuk membuka arsip tersebut menyusul tingginya minat publik terhadap isu kehidupan ekstraterestrial. Total 161 berkas kini telah tersedia secara daring melalui situs web Departemen Pertahanan AS, dengan rencana untuk merilis dokumen tambahan di kemudian hari.

Minat publik Amerika Serikat terhadap kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi telah meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terbukti dari adanya sidang dengar pendapat di Kongres mengenai UFO untuk pertama kalinya dalam 50 tahun. Militer AS sendiri telah berkomitmen untuk meningkatkan transparansi mereka mengenai subjek yang sebelumnya dianggap tabu ini.

Perkembangan ini juga dipicu oleh pernyataan mantan Presiden Barack Obama pada Februari lalu, yang sempat memicu spekulasi luas mengenai keberadaan alien. Obama kemudian mengklarifikasi bahwa secara statistik kemungkinan adanya kehidupan di luar sana sangat besar, namun ia tidak menemukan bukti konkret saat menjabat sebagai presiden.

Setelah pernyataan Obama, Presiden Trump segera mengarahkan Pentagon untuk segera mempublikasikan berkas-berkas yang berkaitan dengan kehidupan asing, UAP, dan UFO. Dokumen yang dirilis meliputi memo militer yang telah dideklasifikasi selama beberapa dekade, laporan dari misi pendaratan di Bulan, serta kesaksian individu yang menduga objek yang mereka lihat berasal dari luar angkasa.

Salah satu isi dokumen yang menarik perhatian adalah transkrip dari misi Apollo 11, Apollo 12, dan Apollo 17. Buzz Aldrin, astronaut Apollo 11, menceritakan pengalamannya pada tahun 1969. "Saya mengamati apa yang tampak seperti sumber cahaya yang cukup terang yang kami duga berasal dari laser," ujar Buzz Aldrin.

Selain itu, Alan Bean, astronaut Apollo 12 yang berjalan di Bulan pada 1969, melaporkan melihat partikel dan kilatan cahaya yang tampak "meluncur di angkasa" selama misi tersebut. Ia merasa partikel-partikel itu seolah-olah "melarikan diri dari Bulan," kata Alan Bean.

Dua astronaut misi Apollo 17 pada tahun 1972 juga melaporkan penampakan cahaya yang berkedip saat berada di wahana antariksa. Salah satunya mengungkapkan, "Rasanya seperti perayaan Hari Kemerdekaan di luar sana!" tambah astronaut Jack Schmitt, meskipun mereka menduga cahaya tersebut mungkin merupakan pantulan dari serpihan es.

Berkas lain mengungkap rekaman audio dari misi ruang angkasa Gemini 7 tahun 1965, di mana astronaut Frank Boman melaporkan penampakan objek tak dikenal kepada kontrol misi NASA. Ia mendeskripsikan adanya "bogey" dan "triliunan partikel kecil" yang terlihat di sebelah kiri pesawat ruang angkasa.