JAKARTAHYPE.COM - Badan Perfilman Indonesia (BPI) akhirnya mengumumkan formasi kepengurusan baru untuk periode 2026. Pengumuman ini dilakukan oleh Ketua Umum BPI, Fauzan Zidni, di tengah momentum kebangkitan industri film nasional pascapandemi.
Pengumuman susunan pengurus ini disambut antusias oleh banyak pelaku industri perfilman Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memacu ekosistem perfilman agar menjadi lebih profesional, solid, dan mampu bersaing di kancah global.
Fokus utama kepengurusan BPI ke depan adalah melakukan reformasi menyeluruh dalam industri film Indonesia. Hal ini mencakup peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi prioritas utama organisasi.
Fauzan Zidni menegaskan bahwa agenda peningkatan SDM akan diwujudkan melalui beberapa program strategis. Program tersebut meliputi sinkronisasi kurikulum pendidikan film, pembentukan program magang-hub, serta pengiriman talenta muda ke sekolah film internasional dan berbagai film lab global.
"Agenda utama yang disiapkan adalah peningkatan SDM perfilman melalui sinkronisasi kurikulum, program magang-hub, dan pengiriman talenta muda ke sekolah film terbaik di luar negeri serta berbagai film lab internasional,” ujar Fauzan Zidni.
Selain fokus pada pengembangan talenta domestik, BPI juga berencana menggodok revisi Undang-Undang Perfilman bersama Kementerian Kebudayaan. Tujuannya adalah memperkuat kelembagaan dan memberikan kepastian hukum yang lebih baik bagi seluruh pelaku industri.
Revisi undang-undang tersebut juga diyakini akan mempermudah proses investasi dan memberikan perlindungan yang memadai terhadap kebebasan berekspresi para sineas. Hal ini diharapkan menumbuhkan industri yang lebih sehat dan terbuka ke depannya.
Komitmen penting lainnya dari BPI adalah gerakan masif untuk memberantas praktik pembajakan film, yang selama ini merugikan banyak pihak. BPI juga akan melanjutkan program rutin seperti penyelenggaraan Festival Film Indonesia sebagai wadah apresiasi insan perfilman.
Menteri Kebudayaan turut memberikan pandangannya mengenai kepengurusan baru BPI ini. Ia menekankan peran strategis BPI sebagai penghubung antara pemerintah dan para pekerja seni di industri film.