Jakarat, JakartaHype.com - Kawasan ikonik Semanggi bersiap memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai proyek revitalisasi Taman Semanggi senilai Rp134 miliar. Menariknya, proyek besar ini diklaim tidak akan menyentuh sepeser pun dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa seluruh pembiayaan merupakan hasil kolaborasi murni dengan pihak swasta. Strategi ini diambil sebagai bentuk efisiensi sekaligus pembuktian bahwa pembangunan ruang publik bisa berjalan melalui skema kerja sama strategis.
Barter "Naming Rights" dan Konsesi 11,5 Tahun
Sebagai imbal balik atas investasi ratusan miliar tersebut, pihak mitra swasta akan mendapatkan hak pengelolaan atau naming rights di kawasan tersebut. Masa konsesi yang diberikan mencakup:
1,5 tahun masa pembangunan fisik.
10 tahun masa operasional.
Meski pemegang hak nama belum dibocorkan ke publik, Pramono memberikan jaminan tegas: Identitas sejarah tidak akan luntur. "Supaya enggak salah, nama ini tetap Semanggi, tidak ada perubahan nama," tegasnya saat meninjau lokasi, Jumat (20/2).
Menghidupkan Kembali Filosofi Bung Karno
Revitalisasi ini bukan sekadar proyek estetika. Pemprov DKI mengusung misi besar untuk menghidupkan kembali gagasan orisinal Presiden pertama RI, Sukarno. Sejak 1962, Bung Karno merancang Semanggi dengan bentuk empat helai daun sebagai simbol konektivitas dan transformasi bangsa.