JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta telah mengambil langkah responsif menyusul mencuatnya dugaan kasus kekerasan dan penelantaran yang menimpa sejumlah anak di Daycare Little Aresha. Tindakan cepat ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi hak dan kesejahteraan anak.

Lokasi penitipan anak yang menjadi sorotan publik tersebut diketahui berada di wilayah Kelurahan Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta. Isu ini menjadi perhatian serius bagi dinas terkait di lingkungan Pemkot.

Langkah konkret yang segera diimplementasikan adalah pembentukan tim khusus yang fokus memberikan pendampingan psikologis bagi seluruh anak yang diduga menjadi korban. Prioritas utama saat ini adalah pemulihan kondisi mental para korban.

Keputusan pembentukan tim pendampingan ini dihasilkan dari pertemuan resmi antara jajaran pemerintah kota dengan perwakilan orang tua murid yang menjadi korban. Pertemuan tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi.

Audiensi krusial antara Pemkot Yogyakarta dan orang tua korban dilaksanakan pada hari Minggu, 26 April, di salah satu lokasi di Yogyakarta. Momen ini menandai dimulainya koordinasi antarpihak.

Dalam sesi pertemuan tersebut, para orang tua menyampaikan secara langsung kekhawatiran mendalam mereka terkait dampak psikologis yang dialami oleh anak-anak mereka pasca dugaan insiden tersebut. Mereka menuntut adanya penanganan profesional.

"Para orang tua menyampaikan aspirasi dan kekhawatiran mendalam mengenai kondisi mental anak-anak mereka pasca kejadian," Dikutip dari MEDIAKOMPETEN.CO.ID.

Pembentukan tim pendampingan ini diharapkan dapat memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan anak-anak agar mereka dapat melewati trauma dengan bantuan ahli profesional. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk akuntabilitas publik Pemkot.

Dilansir dari MEDIAKOMPETEN.CO.ID, langkah sigap ini menunjukkan bahwa Pemkot tidak tinggal diam menanggapi laporan mengenai insiden yang terjadi di fasilitas penitipan anak tersebut. Proses pendampingan akan diawasi ketat.