JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Kabupaten Boyolali baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Blora. Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami dan mempelajari secara langsung praktik terbaik dalam pengelolaan sumur minyak dan gas bumi (migas) tua.

Studi banding ini difokuskan pada bagaimana Blora berhasil mengelola sumur-sumur tua yang berpotensi menghasilkan pendapatan daerah. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Boyolali yang juga memiliki sumber daya alam serupa namun belum tergarap maksimal.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Boyolali, Sugiyarto, memimpin rombongan dalam kunjungan tersebut. Mereka ingin meniru kesuksesan Blora dalam mengoptimalkan aset energi yang dimiliki daerah.

"Kami datang ke sini untuk melihat bagaimana Blora mengelola sumur-sumur tua yang ada, termasuk bagaimana mereka mengatur hubungan dengan masyarakat dan pemanfaatan hasil migasnya," jelas Sugiyarto.

Kunjungan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Juni 2024. Waktu ini dipilih untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait di Blora.

Tujuan utama dari kunjungan ini adalah mencari model pengelolaan yang aplikatif dan berkelanjutan. Boyolali berharap dapat mereplikasi strategi sukses Blora untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor migas.

Dikutip dari pertemuan tersebut, Sugiyarto menegaskan bahwa transparansi dan kemitraan dengan masyarakat lokal adalah kunci utama keberhasilan pengelolaan sumur tua. "Kami melihat Blora sangat berhasil dalam menciptakan kemitraan yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan operator sumur," kata Sugiyarto.

Selain itu, aspek regulasi dan perizinan juga menjadi fokus utama pembelajaran. Boyolali perlu memahami kerangka hukum yang diterapkan Blora dalam memfasilitasi eksplorasi dan eksploitasi sumur tua.

Blora dianggap sebagai percontohan nasional dalam hal pengelolaan sumur tua yang sempat terbengkalai. Keberhasilan ini memberikan inspirasi bagi daerah lain yang memiliki potensi migas serupa.