JAKARTAHYPE.COM - Perkembangan terbaru dalam dunia hiburan internasional menyoroti reaksi keras dari penggemar grup idola K-Pop BTS, yang dikenal sebagai ARMY, terhadap seorang pembawa acara berita di Amerika Serikat. Insiden ini dipicu oleh komentar yang dianggap tidak pantas dan bermuatan rasis yang dilontarkan dalam siaran berita lokal.
Kontroversi ini berawal dari pengumuman peluncuran produk spesial hasil kolaborasi antara Oreo dengan BTS. Produk biskuit edisi terbatas tersebut dikabarkan hadir dengan warna ungu khas BTS serta menghadirkan cita rasa lokal Korea Selatan, yakni hotteok atau pancake gula aren yang populer di jalanan Korea.
Fenomena kolaborasi Oreo dan BTS ini kemudian menjadi bahan pemberitaan di salah satu program televisi Amerika Serikat. Namun, segmen berita terkini di stasiun FOX34, afiliasi lokal FOX, justru memicu kegaduhan publik melalui pernyataan salah satu pembawa acaranya.
Pembawa acara berita tersebut, James Eppler, membuat pernyataan kontroversial setelah menjelaskan detail fisik produk kolaborasi tersebut, termasuk warna dan rasa krimnya. Eppler kemudian menyoroti desain tulisan yang terdapat pada lapisan biskuit Oreo edisi spesial tersebut.
James Eppler mengklaim bahwa ke-13 desain tulisan yang ada pada biskuit tersebut, jika digabungkan, akan membentuk kalimat "Death to America" atau "Kematian untuk Amerika". Pernyataan ini merujuk pada slogan politik yang kerap digunakan untuk mengekspresikan sentimen anti-Amerika di beberapa negara Timur Tengah dan Asia Selatan.
Tuduhan bernada politis tersebut sontak menimbulkan kemarahan besar di kalangan ARMY, penggemar BTS di seluruh dunia. Mereka menegaskan bahwa klaim Eppler tidak sesuai dengan kenyataan, karena desain tulisan pada produk Oreo x BTS sejatinya memuat pesan manis dan positif untuk para penggemar.
Pesan-pesan positif yang tertera pada biskuit tersebut antara lain adalah "The Biggest Love, BTS ARMY," "Our Universe, BTS ARMY," "Our Happiness, BTS ARMY," "Our Biggest Voice, BTS ARMY," dan "Dear BTS ARMY," sebagaimana yang dijelaskan oleh penggemar.
Setelah siaran yang memuat komentar kontroversial tersebut tayang pada hari Rabu, 27 Mei 2026, ARMY mulai menyerbu akun Instagram pribadi James Eppler, yaitu @jameseppler. Para penggemar menuntut agar Eppler segera menyampaikan permintaan maaf secara pribadi kepada seluruh anggota BTS.
Tidak hanya tuntutan permintaan maaf, sebagian penggemar juga menyuarakan agar James Eppler dikenakan sanksi pemberhentian dari posisinya sebagai profesor Jurnalisme di Texas Tech University. Menyusul gelombang reaksi negatif atas 'lelucon' rasisnya tentang BTS saat siaran langsung, James Eppler dilaporkan telah mengubah akun Instagram-nya menjadi akun privat.