JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Kota Malmö akan membuka sesi konsultasi khusus bagi masyarakat yang memiliki minat untuk memulai kegiatan berkebun di lahan sewaan. Langkah ini bertujuan memfasilitasi warga yang ingin mencoba peruntungan atau sekadar mendalami hobi bercocok tanam melalui skema lot pertanian kota yang tersedia.

Inisiatif ini diselenggarakan bertepatan dengan perhelatan Malmö Garden Show yang berlangsung akhir pekan ini. Stan informasi akan disediakan untuk menjawab segala pertanyaan terkait proses penyewaan lahan budidaya (odlingslott) yang dikelola oleh otoritas kota.

Warga yang hadir di pameran tersebut diundang untuk berinteraksi langsung dengan kelompok budidaya dari Pemerintah Kota Malmö. Diskusi akan mencakup mekanisme rinci mengenai cara menyewa lot, informasi mengenai area yang saat ini tersedia, serta panduan untuk mendaftarkan diri dalam daftar tunggu.

Lokasi interaksi ini telah ditetapkan secara spesifik di area yang dinamakan "Odla i Malmö" (Berkebun di Malmö), bertempat di kawasan Mölleplatsen. Ini menjadi kesempatan emas bagi calon pekebun untuk mendapatkan arahan langsung dari sumber resmi.

"Para pengunjung dipersilakan datang dan berdiskusi dengan kelompok budidaya Kota Malmö mengenai cara kerja menyewa lot pertanian, area mana saja yang tersedia, dan bagaimana prosedur untuk mengajukan diri ke dalam daftar antrean," demikian disampaikan oleh perwakilan penyelenggara.

Selain sesi konsultasi, sebuah peta interaktif juga disiapkan di lokasi pameran. Pengunjung dapat berpartisipasi dengan menancapkan penanda untuk menunjukkan lokasi di mana mereka sangat mengharapkan adanya pengembangan area berkebun baru di masa mendatang.

Saat ini, terdapat kurang lebih 1.700 lot pertanian yang tersebar di 24 zona berbeda di seluruh wilayah kota Malmö. Lot-lot ini memiliki beragam ukuran, memberikan peluang bagi penduduk setempat untuk menanam sayuran, bunga, maupun berbagai jenis tanaman lainnya.

Malmö Garden Show tahun ini diadakan di Mölleplatsen mulai tanggal 29 hingga 31 Mei. Acara tahunan ini tidak hanya menjadi wadah informasi budidaya, tetapi juga menyajikan pasar taman, inspirasi desain, sesi ceramah, serta menampilkan berbagai inisiatif pertanian lokal.

Dilansir dari informasi acara, pameran ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak warga untuk terlibat dalam kegiatan berkebun dan memanfaatkan ruang hijau yang tersedia di lingkungan perkotaan.