JAKARTAHYPE.COM - Jakarta, Genz.id – Pemain baru PUBG Mobile kini memiliki panduan senjata yang sangat berharga untuk meningkatkan performa mereka di medan pertempuran. Panduan ini dirilis menyusul pembaruan patch terbaru dalam permainan.

Rekomendasi ini datang langsung dari seorang figur ternama di kancah kompetitif, yaitu Nizar Lugatio Pratama, yang lebih dikenal dengan nama Microboy. Sebagai mantan juara dunia PUBG Mobile asal Indonesia, analisisnya dianggap sangat kredibel.

Microboy menyusun daftar senjata terbaik ini bukan semata-mata berdasarkan preferensi pribadi, melainkan melalui analisis mendalam. Faktor seperti fire rate, tingkat recoil, dan fleksibilitas penggunaan dalam berbagai situasi tempur menjadi pertimbangan utama.

Oleh karena itu, bagi pemain pemula yang sering merasa kebingungan dalam memilih persenjataan, panduan ini menjadi momen yang tepat untuk melakukan peningkatan signifikan pada gameplay mereka.

Senjata pertama yang direkomendasikan sebagai pilihan utama adalah AUG, karena menawarkan stabilitas yang sangat baik tanpa memerlukan banyak penyesuaian. Senjata jenis Assault Rifle ini dianggap sangat ideal bagi mereka yang baru memulai.

Microboy menjelaskan keunggulan senjata ini dengan rinci, “Pasti AUG. Kalau AUG, itu karena fire speed-nya lebih cepat daripada M4. Damage-nya juga sama, recoil-nya juga enak banget, tanpa attachment juga bagus banget, dia stabil,” jelas Microboy.

Keunggulan AUG ini berarti pemain pemula dapat mencapai performa maksimal tanpa harus repot mencari dan mengumpulkan berbagai attachment yang dibutuhkan senjata lain. Selain itu, kecepatan peluru AUG disebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan M416, yang selama ini menjadi senjata favorit banyak pemain.

Selanjutnya, Microboy menyoroti ASM Abakan sebagai opsi menarik, terutama untuk pertarungan jarak jauh (long range fight). Senjata ini memiliki karakteristik unik yang menyerupai DP-28, memberikan potensi damage besar jika dikuasai.

Dilansir dari Genz.id, Microboy mengingatkan bahwa senjata ASM Abakan memerlukan proses adaptasi dan latihan khusus untuk menguasai pola recoil-nya. Pemain tidak bisa langsung berharap mahir menggunakannya dalam sekali coba.