JAKARTAHYPE.COM - Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami dalam tubuh manusia cenderung mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini membuat banyak individu, khususnya wanita di atas usia 25 tahun, mulai mencari cara untuk menjaga elastisitas dan kelembapan kulit melalui suplementasi.
Manfaat kolagen tidak terbatas hanya pada kesehatan kulit saja, melainkan juga memegang peranan krusial dalam pemeliharaan fungsi sendi dan tulang yang optimal. Ini penting untuk mendukung mobilitas sehari-hari dan aktivitas fisik.
Hal ini dikemukakan oleh Dr. Adrian Setiaji, seorang spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dalam sebuah acara peluncuran produk di Jakarta Selatan pada tanggal 26 Mei 2026. "Dengan menjaga tulang dan sendi, gaya hidup aktif dan olahraga rutin jadi lebih mudah dilakukan," jelas Dr. Adrian Setiaji.
Untuk mendukung proses produksi kolagen di dalam tubuh, asupan Vitamin C yang memadai sangatlah diperlukan. Vitamin C dikenal sebagai komponen penting yang memfasilitasi sintesis kolagen.
Dr. Danar Wicaksono, spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, menekankan peran Vitamin C sebagai pendorong utama. "Vitamin C bisa jadi booster untuk produksi kolagen sekaligus membantu penyerapannya di tubuh," ujar Dr. Danar Wicaksono.
Meskipun Vitamin C dapat diperoleh dari makanan sehari-hari, Dr. Danar menyarankan pertimbangan suplemen bagi mereka yang memiliki rutinitas padat di kota besar. Hal ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan harian terpenuhi secara terukur.
"Terutama untuk yang hidupnya serba cepat di kota besar seperti Jakarta. Kalau hanya mengandalkan asupan vitamin dari makanan, tentu bisa lebih sulit," katanya.
Mengenai waktu konsumsi, Dr. Adrian Setiaji menjelaskan bahwa tidak ada jadwal pasti yang kaku untuk suplemen kolagen atau Vitamin C. Konsumsi sebaiknya disesuaikan dengan ritme aktivitas harian masing-masing individu.
Namun, untuk memperoleh hasil yang paling maksimal dari suplementasi tersebut, konsumsi harus diiringi dengan penerapan pola hidup sehat secara menyeluruh. Pola hidup sehat ini mencakup tiga pilar utama yang saling mendukung.