JAKARTAHYPE.COM - Ibadah kurban merupakan amalan sunah muakkadah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim setiap Hari Raya Iduladha. Momen ini menjadi wujud nyata ketakwaan dan kepedulian sosial umat Islam di seluruh dunia.

Perkiraan jadwal Iduladha 2026 telah dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Menurut kalender hijriah rilisan Kemenag, Iduladha tahun tersebut diperkirakan akan jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.

Ketika tiba hari raya, penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan memotong leher hewan menggunakan pisau yang sangat tajam. Proses ini harus dilaksanakan dengan tata cara yang benar sesuai tuntunan syariat Islam agar sah dan bernilai ibadah.

Hal ini memiliki tujuan ganda, yaitu meminimalisir rasa sakit pada hewan serta memastikan kehalalan dan keberkahan daging yang nantinya akan dikonsumsi oleh masyarakat. Penting untuk mengetahui langkah-langkah yang dianjurkan secara berurutan.

Proses penyembelihan yang benar harus dilakukan secara bertahap, sebagaimana merujuk pada panduan resmi dari Kemenag RI dan laman resmi NU Online. Langkah pertama adalah merebahkan hewan yang akan dikurbankan, kemudian mengikat kakinya dan menghadapkannya ke rusuk sebelah kiri untuk mempermudah proses pemotongan.

Selanjutnya, baik penyembelih maupun hewan kurban wajib diposisikan menghadap ke arah kiblat saat prosesi penyembelihan dimulai. Setelah posisi siap, penyembelih harus memotong urat nadi dan kerongkongan hewan yang berada di sisi kiri dan kanan leher hingga benar-benar putus.

Saat proses pemotongan urat tersebut, penyembelih diwajibkan untuk melafalkan kalimat takbir. "Saat menyembelih, penyembelih membaca 'Bismillahi wallahuakbar' yang artinya 'Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar'," demikian dijelaskan dalam panduan tersebut.

Setelah takbir awal, dilanjutkan dengan pembacaan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. "Kemudian, baca shalawat untuk Rasulullah saw. 'Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad' yang artinya 'Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad saw. dan keluarganya'," lanjut panduan tersebut.

Tahapan selanjutnya melibatkan pembacaan takbir sebanyak tiga kali dan tahmid sekali, sebelum akhirnya mengakhiri dengan doa khusus penyembelihan. Doa yang dibaca adalah: "Baca doa menyembelih hewan kurban: اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm Artinya: 'Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.'"