JAKARTAHYPE.COM - Nilai kartu Pokémon kini telah mengalami peningkatan drastis, berubah dari sekadar mainan anak-anak menjadi objek koleksi bernilai tinggi. Kelangkaan kartu bergambar monster ini membuat harganya melonjak signifikan, bahkan dilaporkan mencapai ratusan juta rupiah, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Kondisi pasar yang sangat diminati ini sayangnya juga memicu munculnya kartu palsu yang diproduksi oleh pihak tidak bertanggung jawab. Keberadaan produk tiruan ini sering kali berhasil menipu para kolektor baru, yang kemudian harus menanggung kerugian materi hingga jutaan rupiah.
Menyikapi hal ini, sejumlah kolektor profesional sekaligus pedagang kartu Pokémon membagikan metode valid untuk mengidentifikasi keaslian produk yang mereka jual. Mereka mengimbau para pembeli agar lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan harga yang terlalu murah.
WY (38), kolektor sekaligus pemilik toko kartu Pokémon Sultan Pokebab Card Shop di Tanjung Duren, Jakarta Barat, menyatakan bahwa banyak pembeli tertipu karena kurangnya pemahaman dasar mengenai perbedaan kartu. Menurutnya, bagi kolektor berpengalaman, perbedaan serat dan tampilan kartu asli sudah cukup kentara.
WY juga menekankan pentingnya menggunakan alat bantu sebagai metode yang lebih valid untuk menguji keaslian produk di era modern ini. Ia menyarankan kolektor pemula untuk mengutamakan pembelian langsung di acara komunitas atau menggunakan sistem Cash On Delivery (COD) ketimbang belanja daring.
Bagir (37), kolektor sekaligus pedagang online kartu Pokémon @elite4.collectibles, menyarankan pemeriksaan kualitas bahan kertas sebagai salah satu metode pengujian penting. Ia menyebutkan bahwa tekstur kertas antara produk asli dan tiruan memiliki perbedaan yang sangat signifikan.
Bagir juga merekomendasikan para pemula untuk menghadiri langsung acara komunitas berskala besar. Menurutnya, ajang tersebut merupakan wadah edukasi yang tepat karena banyak pedagang dan kolektor lama siap membantu pembeli agar tidak menjadi korban penipuan.
Erin (25), pemilik toko online kartu Pokémon @hi.pokerin, menyarankan langkah preventif lain, yaitu bersikap selektif dalam memilih tempat berbelanja. Ia menganjurkan agar kolektor hanya bertransaksi dengan pihak yang memiliki reputasi yang jelas dan terverifikasi.
Erin menambahkan bahwa bertransaksi dengan penjual yang memiliki rekam jejak baik akan mempermudah konsumen dalam mengajukan komplain apabila ditemukan masalah pada kartu yang dibeli. "Membeli dari penjual yang jelas akan memudahkan konsumen untuk mengajukan komplain jika menemukan masalah pada kartu," ujar Erin.