JAKARTAHYPE.COM - Penyanyi muda berbakat, Olivia Rodrigo, baru-baru ini memberikan tanggapan tegas mengenai perdebatan yang muncul di media sosial terkait pilihan busananya dalam beberapa penampilan terakhir. Kontroversi ini berpusat pada penggunaan gaun babydoll yang dinilainya telah memicu reaksi publik yang berlebihan dan sangat mengganggu.
Kritik tersebut mulai mengemuka setelah Rodrigo tampil mengenakan gaun biru muda berenda dari koleksi Chloé dalam video musik terbarunya, serta saat ia menggunakan atasan floral dari Génération78 di konser Spotify Billions Club Live di Barcelona pada awal Mei 2026. Beberapa pengguna platform X mengaitkan pilihan busana tersebut dengan konotasi negatif yang tidak semestinya.
Dalam sebuah wawancara eksklusif melalui Popcast dari The New York Times, penyanyi berusia 23 tahun itu menegaskan bahwa pihak yang mengkritik busananya justru memiliki permasalahan dalam cara pandang mereka sendiri. Penampilan Rodrigo di Barcelona tersebut terjadi saat ia tampil dalam pertunjukan eksklusif Billions Club Live untuk merayakan kemitraan antara Spotify dan FC Barcelona sebelum laga El Clásico.
Rodrigo menjelaskan bahwa ia tidak melihat penampilannya sebagai sesuatu yang seksi, melainkan justru merasa tampil keren dan terinspirasi oleh ikon musik era 90-an. "Aku sama sekali tidak merasa terlihat seksi dengan busana itu. Justru aku merasa tampil keren. Aku merasa seperti Kathleen Hanna atau Courtney Love, orang-orang yang menjadi idolaku," ujar Olivia Rodrigo.
Gaya yang diadopsi oleh Olivia Rodrigo dalam album terbarunya memang sangat terinspirasi oleh musisi wanita era 90-an, yang sering memadukan gaun babydoll dengan combat boots. Ia menyayangkan sikap publik yang justru mempermasalahkan pakaian yang cenderung lebih tertutup tersebut.
Lebih lanjut, Rodrigo menyoroti bahwa reaksi berlebihan ini mengindikasikan masalah budaya yang lebih besar terkait cara masyarakat memandang pakaian perempuan. "Menurutku, ini menunjukkan bagaimana budaya kita sudah terlalu menormalisasi pedofilia, dan itu benar-benar mengganggu," tukas Olivia Rodrigo.
Bintang asal Amerika Serikat ini kemudian menyoroti adanya standar ganda yang diterapkan masyarakat terhadap busana yang dikenakan perempuan saat tampil di atas panggung. Ia membandingkan reaksi terhadap gaun babydoll dengan kostumnya yang lebih terbuka sebelumnya.
"Aku pernah tampil di atas panggung memakai bra berpayet dan celana super pendek. Itu hakku, aku merasa keren dan nyaman memakainya. Itu tidak dianggap tak pantas," kata Olivia Rodrigo.
Ironisnya, menurut Rodrigo, justru pakaian yang memiliki potongan jauh lebih tertutup dan bernuansa "kekanak-kanakan" itulah yang kemudian menjadi sasaran kritik utama masyarakat. "Saat aku tampil tertutup dengan gaun yang dianggap 'kekanak-kanakan', justru itu yang dipermasalahkan," sergah Olivia Rodrigo.