JAKARTAHYPE.COM - Kekhawatiran mengenai potensi ancaman kecerdasan buatan (AI) terhadap pekerjaan manusia kini menemukan titik panas baru di industri mode Amerika Serikat. Seorang model profesional mengajukan gugatan hukum setelah menuduh sebuah retailer fashion telah menggandakan citra dirinya melalui teknologi AI tanpa memperoleh persetujuan yang sah darinya.
Gugatan ini diajukan oleh model bernama Francheska Pujols ke Mahkamah Agung New York pada tanggal 22 Mei 2026. Pujols menuding bahwa brand pakaian ternama, Rainbow USA, telah menggantinya dengan versi digital atau AI yang ditampilkan dalam pose-pose yang dianggapnya sangat provokatif dan sensual.
Pujols, yang merupakan model dan aktris kelahiran Republik Dominika, sempat menjalin kerja sama dengan Rainbow USA berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada September 2024. Dalam sesi pemotretan awal, wanita berusia 28 tahun itu berpose dengan busana koleksi brand tersebut di studio dengan latar belakang putih.
Menurut dokumen gugatan, pose-pose yang dilakukan Pujols saat pemotretan memiliki nuansa elegan dan minimalis, menampilkan ekspresi netral yang selaras dengan citra profesionalnya di dunia fashion kelas atas. Namun, hasil kampanye yang dirilis ke publik diklaim menampilkan materi yang sangat berbeda dari kesepakatan awal.
Pujols menuding perusahaan secara sepihak memanfaatkan teknologi AI untuk menciptakan replika digital dirinya, yang kemudian ditempatkan dalam berbagai pose yang lebih sensual dan dianggap di luar batas profesionalnya. Salah satu gambar yang dipermasalahkan menunjukkan sosok AI menyerupai dirinya mengenakan rok cokelat muda dan crop top bermotif leopard, berbaring di pangkuan perempuan lain sambil memegang minuman koktail.
Citra yang dipermasalahkan lainnya menampilkan sosok AI tersebut mengenakan rok denim mini dan atasan putih, duduk di bangku bar dengan posisi yang dinilai lebih sensual sambil memegang kamera dan minuman. Pujols berpendapat bahwa gambar-gambar yang dibuat dengan AI ini berpotensi besar merusak reputasi yang telah ia bangun selama bertahun-tahun di segmen fashion premium.
Selain itu, model yang pernah tampil di New York Swim Week ini juga menuduh Rainbow USA terus menggunakan materi iklan tersebut meskipun masa kontraknya telah berakhir pada 15 Maret 2025. Kontrak kerja tersebut diklaim hanya mengizinkan perubahan minor pada foto asli, seperti penyesuaian gaya visual atau cropping, tanpa memberikan izin untuk penciptaan gambar baru melalui AI.
"Setelah masa kontrak berakhir, Pujols menegaskan bahwa ia tidak pernah memberikan persetujuan apa pun untuk penggunaan nama, potret, foto, atau kemiripannya dalam bentuk apa pun, termasuk gambar yang dimanipulasi atau dibuat menggunakan teknologi AI," ujar perwakilan hukum Pujols.
Pujols mengklaim bahwa ia telah mengirimkan surat penghentian penggunaan (cease and desist letter) kepada Rainbow USA pada bulan Maret lalu, namun perusahaan diyakini tetap menampilkan gambar-gambar tersebut di berbagai platform, mulai dari situs web, iklan digital, hingga etalase toko fisik. Tindakan ini dinilai telah menyebabkan kerugian finansial berupa hilangnya potensi pendapatan lisensi bagi sang model.