JAKARTAHYPE.COM - Babak baru dalam isu hukum yang melibatkan dua bintang papan atas Korea Selatan, Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron, akhirnya menemui titik terang. Kantor Polisi Gangnam di Seoul secara resmi mengumumkan penutupan kasus ini setelah melalui proses penyelidikan mendalam yang dimulai sejak tahun 2025.

Keputusan ini menggarisbawahi bahwa aktor Kim Soo Hyun dinyatakan tidak bersalah terkait tuduhan yang sempat beredar luas di publik. Perkembangan penanganan perkara ini terungkap melalui rilis resmi yang menyertai surat perintah penangkapan terhadap pemilik akun YouTuber Hoverlab, Kim Se Ui.

Informasi mengenai penutupan kasus ini diperoleh dari surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul, sebagaimana dilansir oleh Korea JoongAng Daily pada hari Jumat, 22 Mei 2026.

Pihak kepolisian memberikan penekanan khusus bahwa data yang diserahkan oleh Kim Se Ui bersama dengan kuasa hukum keluarga mendiang Kim Sae Ron terbukti mengandung informasi palsu. Bukti-bukti yang diajukan, termasuk tangkapan layar percakapan KakaoTalk dan rekaman suara, telah diverifikasi sebagai hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (AI).

Aparat penegak hukum juga menyoroti motif di balik penyebaran materi palsu tersebut, yaitu upaya Kim Se Ui untuk meraih keuntungan pribadi. Polisi menduga keras bahwa tersangka telah menyadari validitas informasi yang disebarkannya sejak awal proses penyebaran.

"Tersangka menyebarkan informasi pangkat palsu dengan maksud untuk mencemarkan nama baik Kim Soo Hyun, meskipun sepenuhnya menyadari bahwa dia tidak pernah menjalin hubungan dengan almarhumah sejak dia masih di bawah umur," tulis polisi dalam dokumen resmi mereka.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa Kim Se Ui mendapatkan sebelas dokumen tangkapan layar percakapan KakaoTalk dari pihak keluarga Kim Sae Ron pada tahun sebelumnya. Pesan digital tersebut bertanggal sepanjang tahun 2016, menampilkan dialog antara Kim Sae Ron dengan figur yang identitasnya tidak diketahui atau terblokir.

Petugas kepolisian menjelaskan bahwa nama sosok tanpa identitas dalam tangkapan layar tersebut kemudian sengaja diubah menjadi nama Kim Soo Hyun. Manipulasi digital inilah yang kemudian memicu tim penyidik untuk menemukan kejanggalan signifikan dalam bukti yang disajikan.

Menurut analisis teknis yang dilakukan, sistem KakaoTalk secara otomatis menampilkan profil sebagai orang tak dikenal apabila pemilik akun telah menghapus keberadaan akunnya atau jika pengguna lain telah memblokir kontak tersebut.