JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan segera meluncurkan investigasi mendalam mengenai serangkaian kasus kematian dan hilangnya lebih dari sepuluh ilmuwan kunci yang memiliki kaitan dengan program strategis negara. Kasus-kasus yang mencurigakan ini telah terjadi secara sporadis sejak tahun 2022 dan melibatkan para ahli di sektor luar angkasa, nuklir, serta pertahanan Amerika.

Fenomena aneh ini telah memicu spekulasi liar dan menjadi topik hangat di kalangan pengguna media sosial, bahkan memunculkan berbagai teori konspirasi yang berkembang pesat di ranah internet. Perhatian publik yang meningkat ini turut mendorong adanya desakan kuat dari berbagai pihak agar pemerintah mengambil langkah konkret.

Presiden AS saat itu, Donald Trump, menanggapi isu ini dengan menyatakan bahwa rangkaian peristiwa tersebut mungkin saja merupakan kebetulan belaka, meskipun ia mengakui pentingnya para ilmuwan yang terlibat. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi ini dalam waktu dekat.

"Kami akan memantau dalam waktu dekat," kata Trump kepada para wartawan mengenai kemungkinan bahwa rangkaian peristiwa ini hanyalah kebetulan atau faktor lain yang belum teridentifikasi, dikutip Minggu (26/4/2026).

Menanggapi perkembangan ini, Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa pemerintah kini telah melibatkan Biro Investigasi Federal (FBI) bersama badan-badan keamanan terkait lainnya untuk melakukan penyelidikan komprehensif. Tindakan ini diambil menyusul meningkatnya pemberitaan media dan tekanan publik yang masif.

Selain perhatian dari Gedung Putih, desakan untuk mengusut tuntas kasus ini juga datang dari dua anggota Kongres dari Partai Republik, yaitu James Comer dan Eric Burlison. Kedua legislator tersebut telah mengirimkan surat resmi kepada beberapa instansi penting terkait.

Surat resmi telah dilayangkan oleh Comer dan Burlison kepada FBI, NASA, Departemen Energi (Department of Energy), serta Departemen Perang (Department of War). Hal ini didasari fakta bahwa para ilmuwan yang meninggal atau hilang tersebut memiliki akses terhadap informasi ilmiah yang sangat sensitif milik Amerika Serikat.

Artikel ini akan merinci beberapa nama ilmuwan yang menjadi sorotan dalam penyelidikan ini, dimulai dari kasus pada tahun 2022. Sebagai contoh, seorang peneliti independen di bidang UFO dan antigravitasi dilaporkan tewas pada 11 Juni 2022 akibat luka tembak yang dikategorikan sebagai kesalahan sendiri, dan kasus ini menjadi yang pertama dikaji oleh FBI.

Dilansir dari USA Today, beberapa nama ilmuwan yang meninggal termasuk Michael David Hicks (59 tahun) yang ditemukan tewas di rumahnya pada tahun 2023, dengan penyebab kematian tidak diungkapkan, padahal ia merupakan ilmuwan spesialis asteroid dan deep space. Ada pula ahli microwave radiometri dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA yang meninggal pada 4 Juli 2024 tanpa adanya penjelasan resmi dari NASA.