JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di orbit luar angkasa ketika Satelit Starlink dengan nomor seri 34343 dilaporkan hilang kontak secara tiba-tiba. Kejadian ini memicu kekhawatiran publik mengenai keamanan konstelasi satelit milik SpaceX tersebut.
SpaceX segera merespons kabar hilangnya satelit tersebut, menyatakan bahwa hilangnya kontak diduga kuat disebabkan oleh sebuah anomali yang mengarah pada ledakan di luar angkasa. Hingga kini, penyebab pasti dari ledakan satelit tersebut masih menjadi misteri yang sedang diselidiki intensif.
Perusahaan antariksa pimpinan Elon Musk tersebut saat ini sedang berupaya keras untuk mengidentifikasi akar permasalahan utama yang menyebabkan satelit itu mengalami kegagalan fatal. Upaya ini dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Meskipun insiden ini terjadi pada ketinggian sekitar 560 kilometer di atas permukaan Bumi, SpaceX memberikan jaminan bahwa hal tersebut tidak akan menimbulkan ancaman serius bagi operasional lainnya. Secara spesifik, ISS dan misi Artemis II dinyatakan aman.
"Analisis terbaru kamu menunjukkan peristiwa tersebut tidak menimbulkan risiko baru bagi @Space_Station, awaknya, atau peluncuran misi Artemis II NASA yang akan datang," kata SpaceX dalam sebuah unggahan di akun X, dilansir dari The Verge, Kamis (2/4/2026).
Tindakan mitigasi segera diambil oleh SpaceX setelah anomali terdeteksi oleh pihak eksternal. Mereka menyatakan akan terus memantau pergerakan satelit yang hilang kontak beserta serpihan puing yang mungkin dihasilkan.
"Kamu akan terus memantau satelit dan puing-puing yang bisa dilacak, serta berkoordinasi dengan @NASA dan USSpaceForce," tambah SpaceX dalam pernyataan resminya.
Deteksi awal mengenai anomali ini datang dari LeoLabs, sebuah perusahaan yang fokus pada pelacakan objek di ruang angkasa. LeoLabs mengonfirmasi adanya puluhan objek baru di lokasi di mana Starlink 34343 terakhir terdeteksi.
Sebagai catatan, ini bukanlah kali pertama SpaceX menghadapi masalah serius dengan armada satelitnya. Sebuah insiden serupa pernah terjadi pada bulan Desember sebelumnya, di mana komunikasi dengan satelit lain juga hilang dan diduga kuat berakhir dengan ledakan.