JAKARTAHYPE.COM - Chris Appleton, seorang penata rambut ternama yang kerap menangani pesohor papan atas seperti Kim Kardashian dan Jennifer Lopez, baru-baru ini menjadi sorotan publik. Hal ini dipicu oleh pengakuan mengenai tarif jasanya yang dilaporkan mencapai angka fantastis.
Tarif jasa potong rambut yang dipatok Appleton sempat menimbulkan kehebohan, bahkan mencapai angka $200.000 atau setara dengan sekitar Rp 3,4 miliar. Angka ini sontak mengejutkan banyak pihak karena dianggap setara dengan harga sebuah properti.
Chris Appleton mengakui bahwa pengakuan mengenai tarif tersebut sempat membuatnya menuai kritik luas dari masyarakat. Ia menyesal telah menyebutkan nominal yang begitu besar dalam sebuah kesempatan wawancara.
"Ya Tuhan, seharusnya aku tidak mengatakannya. Aku dihujat karena itu," ungkap Chris Appleton dalam sebuah episode acara Great Company With Jamie Laing.
Pria berusia 42 tahun tersebut menjelaskan bahwa ia terpaksa menyebutkan angka tersebut karena merasa tertekan oleh pertanyaan yang terus didesak oleh presenter di sebuah podcast. Tekanan itulah yang mendorongnya untuk memberikan angka yang sensasional.
Ia kemudian berusaha mengklarifikasi bahwa angka yang ia sebutkan awal mulanya adalah $100.000, namun ia merasa takut dengan reaksi publik sehingga angkanya terangkat. Chris juga menambahkan bahwa ia seringkali melakukan pekerjaan tanpa bayaran yang sesuai atau bahkan gratis.
"Aku sering mengerjakan sesuatu secara gratis. Aku sering tidak dibayar dengan jumlah uang yang sesuai," jelasnya mengenai realitas pekerjaannya di industri tersebut.
Mengenai biaya jasa sebesar $200.000, Chris Appleton membeberkan alasan rinci mengapa tarif tersebut dianggap pantas. Biaya tersebut mencakup komitmen waktu penuh serta biaya perjalanan yang signifikan.
"Itu melibatkan banyak perjalanan dan komitmen penuh. Jadi, jika dihitung secara rinci, jumlahnya tidak terlalu besar. Selain itu, pajak 50 persen di Amerika-itu setengahnya. Kemudian agen kamu mengambil 20 persen, dan manajer bisnis kamu mengambil lima persen," kata Chris Appleton, memaparkan rincian potongan pendapatan yang harus ia tanggung.