JAKARTAHYPE.COM - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menggarisbawahi adanya tantangan budaya di Indonesia terkait jenjang karier dokter. Ia menyoroti bagaimana anggapan bahwa profesi dokter spesialis jauh lebih bergengsi daripada dokter yang bertugas di layanan kesehatan primer masih sangat mengakar kuat di masyarakat.
Kondisi ini mengakibatkan dampak signifikan pada distribusi sumber daya manusia kesehatan di Indonesia. Banyak dokter terbaik yang seharusnya dapat memperkuat layanan kesehatan tingkat pertama justru enggan untuk melanjutkan karier di fasilitas kesehatan seperti puskesmas.
Hal ini menjadi perhatian utama pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu layanan kesehatan di tingkat akar rumput. Menurut pandangan Menteri Kesehatan, pola pikir yang mengutamakan spesialisasi ini menjadi penghalang utama dalam memperkuat sistem kesehatan nasional.
Budi Gunadi Sadikin membandingkan situasi di Indonesia dengan negara-negara lain yang sistem pelayanannya sudah mapan dan maju. Di negara-negara tersebut, peran dokter keluarga atau family doctor memegang posisi sentral dalam ekosistem kesehatan.
Dokter keluarga di negara maju tersebut dianggap sebagai garda terdepan dan memiliki peran strategis yang sangat dihargai. Mereka menjadi titik akses utama bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan preventif dan kuratif dasar.
"Di Indonesia yang unik, semua dokter ingin jadi dokter spesialis. Akibatnya dokter-dokter yang bagus itu nggak ada yang tinggal di puskesmas," kata Budi Gunadi Sadikin, Senin (8/6/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa preferensi karier mayoritas dokter di Indonesia saat ini masih terpusat pada jalur spesialisasi. Hal ini menyebabkan puskesmas, yang seharusnya menjadi tulang punggung kesehatan masyarakat, kekurangan tenaga dokter berkualitas.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan berupaya keras untuk mengubah paradigma ini, dengan harapan dapat meniru keberhasilan Singapura dalam menempatkan dokter layanan primer sebagai ujung tombak pelayanan. Upaya ini bertujuan agar dokter di puskesmas tidak lagi dianggap sebagai dokter "kelas dua".
Dikutip dari sumber berita, Menteri Kesehatan menekankan pentingnya penataan ulang persepsi publik dan sistem penghargaan bagi dokter yang memilih mengabdi di layanan primer. Langkah ini krusial untuk pemerataan kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.