JAKARTAHYPE.COM - Sebuah produksi film drama Thailand berjudul Gohan kini menarik perhatian publik dengan alur cerita yang menyentuh hati, mengeksplorasi perjalanan hidup seekor anjing yang melewati tangan tiga pemilik berbeda. Film berdurasi 140 menit ini tidak hanya menyajikan kisah hewan peliharaan, tetapi juga merenungkan makna mendalam tentang keluarga dan pertumbuhan manusia.

Kisah ini diproduksi oleh rumah produksi yang sebelumnya sukses dengan film How to Make Millions Before Grandma Dies, menandakan kualitas naratif yang patut diperhitungkan. Film Gohan berupaya merefleksikan bagaimana ikatan dengan makhluk sederhana dapat memberikan dampak besar pada arah hidup seseorang.

Tokoh sentral dalam film ini adalah seekor anjing putih bernama Gohan, yang namanya terinspirasi dari bahasa Jepang yang berarti 'nasi'. Penamaan ini diberikan oleh Pak Hiro, seorang pensiunan Jepang yang tinggal di Thailand, karena warna bulu anjing tersebut yang bersih dan kegemarannya mengonsumsi nasi.

Babak awal film menampilkan hubungan yang sangat harmonis antara Gohan kecil dan pemilik pertamanya, Pak Hiro, yang diperankan oleh aktor Yasushi Kitajima. Keintiman mereka terjalin secara alami melalui aktivitas sehari-hari seperti bermain, makan bersama, dan momen mandi yang hangat.

Namun, alur cerita kemudian bergeser menjadi lebih dramatis ketika Gohan harus berpisah dari Pak Hiro dan berakhir di sebuah penampungan anjing bermasalah. Fase ini secara tegas menyoroti sisi kehidupan yang keras, termasuk isu eksploitasi dan kesepian yang dialami hewan.

Perjalanan Gohan berlanjut dengan pemilik kedua bernama Namcha, yang menghadirkan lapisan emosi yang kompleks bagi penonton. Puncak cerita terjadi pada fase akhir bersama pasangan muda, Pele dan Jaidee, di mana kehadiran Gohan yang mulai menua mengajarkan mereka tentang esensi merawat, mencintai, dan melepaskan.

Naskah film ini merupakan hasil kolaborasi kreatif dari lima penulis naskah ternama, yaitu Chayanop Boonprakob, Sopana Chaowwiwatkul, Atta Hemwadee, Baz Poonpiriya, dan Thodsapon Thiptinnakorn. Mereka berhasil menciptakan ritme emosional yang dinamis, memadukan humor ringan, momen manis, hingga realitas hidup yang mengharukan.

Dikutip dari Suara, karya ini secara eksplisit mengeksplorasi tema kehilangan dan pertumbuhan manusia melalui interaksi emosional yang mendalam antara anjing dan para pemiliknya.

Performa akting dalam film ini turut didukung oleh penampilan meyakinkan dari para pemeran manusia, seperti Yasushi Kitajima yang memerankan lansia perfeksionis namun penuh kehangatan. Selain itu, Jaonaay Jinjett Wattanasin dan Tu Tontawan Tantivejakul sukses menampilkan dinamika hubungan pasangan muda yang terasa sangat nyata.