JAKARTAHYPE.COM - Sa'i adalah salah satu rukun yang wajib dilaksanakan dalam rangkaian ibadah haji, sebuah ritual yang melibatkan perjalanan tujuh kali bolak-balik antara dua bukit suci. Ibadah ini merupakan simbol ketaatan dan peneladanan atas perjuangan seorang ibu dalam menghadapi kesulitan ekstrem.
Perintah untuk melaksanakan Sa'i ini terikat erat dengan kisah monumental Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, dan putranya, Nabi Ismail, di tanah Makkah yang kala itu masih berupa gurun pasir tandus. Keduanya ditinggalkan tanpa bekal yang memadai, menyebabkan Nabi Ismail kecil menderita karena kehausan dan kelaparan.
Kondisi semakin memburuk ketika air susu Siti Hajar mulai mengering, menambah keputusasaan sang ibu dalam upaya mencari sumber kehidupan bagi anaknya. Dalam situasi genting tersebut, Siti Hajar tidak tinggal diam dan bertekad mencari pertolongan.
Demi menyelamatkan putranya, Siti Hajar berlari sekuat tenaga, melakukan perjalanan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali putaran penuh. Perjuangan fisik dan mental yang luar biasa ini menjadi cikal bakal pelaksanaan Sa'i oleh umat Islam hingga kini.
Ketika hampir putus asa dalam pencariannya, Allah SWT. berkenan mengirimkan pertolongan melalui perantaraan Malaikat Jibril kepada Siti Hajar dan Nabi Ismail. Pertolongan ilahi ini datang tepat pada saat yang paling dibutuhkan.
Atas izin dan kuasa Allah SWT., tiba-tiba muncul sumber mata air menyembur dari tengah padang pasir yang kering kerontang. Siti Hajar kemudian berseru penuh syukur dengan lafaz 'zamzam', ungkapan kegembiraan atas mukjizat yang dianugerahkan Tuhan.
Air suci tersebut kemudian diberikan kepada Nabi Ismail untuk diminum, dan hingga saat ini, mata air Zamzam terus mengalir menjadi sumber kehidupan vital di wilayah Makkah. Kisah ketabahan Siti Hajar inilah yang menjadi landasan spiritual utama pelaksanaan ibadah Sa'i.
Secara geografis, Bukit Shafa dan Marwah terletak di sisi timur Ka'bah, dengan jarak antar keduanya diperkirakan sekitar 500 meter. Lokasi Shafa berjarak sekitar 100 meter dari Ka'bah, sementara Marwah berjarak sekira 350 meter dari Ka'bah.
Kini, kedua bukit tersebut telah bertransformasi dan berada di dalam bangunan tertutup demi kenyamanan jamaah. Bukit Shafa tampak berupa gundukan batu yang dibatasi pagar kaca, sedangkan Bukit Marwah berupa hamparan batu dengan ketinggian sekitar 3 meter yang dilapisi material pelindung.