JAKARTAHYPE.COM - Wajah sering terlihat kusam atau 'abu-abu' meskipun sudah berdandan maksimal? Fenomena ini seringkali terjadi bukan karena teknik makeup yang salah, melainkan karena ketidaksesuaian dalam pemilihan palet warna yang digunakan.

Dalam rangka perayaan Hari Kartini, Wolipop menyelenggarakan program bertajuk "Kartini di Cartini", sebuah sesi diskusi inspiratif yang dilakukan di dalam mobil. Kesempatan kali ini dimanfaatkan untuk mendalami ilmu warna bersama seorang pakar di bidangnya.

Wolipop berkesempatan berbincang dengan Rifdah Jihan Azizah, seorang Personal Color Analyst profesional, mengenai cara memaksimalkan aura alami kecantikan seseorang melalui harmoni warna yang tepat.

Rifdah Jihan Azizah menekankan bahwa pemahaman mengenai personal color jauh melampaui sekadar mengikuti tren kecantikan terbaru. Hal ini merupakan fondasi penting untuk membangun rasa percaya diri yang terpancar dari dalam diri.

"Jadi personal color itu penting untuk membuat kita menjadi lebih percaya diri. Ini tentang memancarkan apa yang alami dari diri, sehingga semakin keluar aura dan inner beauty kita," ungkap Rifdah Jihan Azizah mengenai esensi dari analisis warna pribadi.

Banyak individu sering keliru dalam membedakan antara skin tone (warna permukaan kulit) dan undertone (warna dasar kulit), yang kemudian berdampak pada kesalahan fatal dalam memilih shade foundation atau lipstik.

Langkah paling fundamental dalam menentukan personal color adalah dengan mengidentifikasi undertone melalui pengamatan warna urat nadi yang terlihat di pergelangan tangan.

Rifdah menjelaskan bahwa jika urat nadi tampak cenderung ke arah hijau, maka seseorang dikategorikan memiliki warm tone. Sebaliknya, urat nadi dengan warna biru atau ungu mengindikasikan bahwa individu tersebut adalah cool tone.

Bagi pemilik warm tone, pemilihan warna riasan sebaiknya mengarah pada spektrum hangat, seperti oranye, terracotta, atau pilihan pink yang memiliki sedikit sentuhan oranye untuk memberikan kesan wajah lebih segar.