JAKARTAHYPE.COM - Penempatan ranjang tidur bukan sekadar masalah kenyamanan visual atau estetika semata, namun menurut ajaran feng shui, posisi ini memiliki dampak signifikan terhadap kualitas istirahat dan suasana hati penghuninya. Banyak praktisi kini mulai memperhatikan detail penempatan ranjang untuk memaksimalkan kenyamanan dan menenangkan energi di dalam ruangan.

Mengapa penempatan ini penting? Dalam pandangan feng shui, beberapa posisi ranjang dianggap kurang ideal karena diyakini dapat mengganggu aliran energi positif atau 'chi' yang seharusnya menenangkan di kamar tidur. Hal ini memicu pertanyaan mengenai benarkah posisi tertentu bisa membawa dampak kurang baik atau kesialan.

Salah satu posisi yang paling sering disoroti adalah tempat tidur yang lurus menghadap langsung ke pintu utama kamar. Posisi ini dikenal dengan sebutan "coffin position" atau posisi peti mati, merujuk pada tradisi pengangkatan jenazah dalam beberapa budaya.

Selain aspek simbolis tersebut, feng shui menjelaskan bahwa aliran energi positif yang masuk dari pintu bergerak terlalu kuat dan langsung mengenai tubuh saat seseorang tidur. "Aliran energi positif (chi) dari pintu masuk bergerak terlalu kuat menuju tubuh saat tidur, akibatnya kualitas istirahat dianggap jadi kurang maksimal," dijelaskan dalam analisis tersebut.

Posisi kedua yang dihindari adalah menempatkan tempat tidur agar langsung berhadapan dengan cermin besar di kamar. Cermin dipercaya memantulkan energi ke seluruh ruangan, dan jika pantulannya jatuh tepat ke kasur, energi dianggap menjadi terlalu aktif.

Hal ini berdampak pada ketenangan pikiran saat beristirahat, di mana banyak yang merasakan kegelisahan. "Jika pantulannya langsung mengenai tempat tidur, energi dianggap menjadi terlalu aktif sehingga membuat pikiran sulit benar-benar rileks saat tidur," demikian pandangan yang disampaikan.

Selanjutnya, menempatkan ranjang tepat di bawah jendela atau balok besar juga dianggap bermasalah. Jendela dilihat sebagai jalur keluarnya masuk energi dari luar, sehingga area kepala yang berada tepat di bawahnya dianggap kurang terlindungi.

Kondisi serupa terjadi jika ranjang berada di bawah balok besar, yang dipercaya menciptakan tekanan energi negatif. "Balok dipercaya menciptakan tekanan energi yang membuat penghuni kamar lebih mudah stres, tertekan, atau sulit rileks," menurut penuturan sumber.

Ada pula anjuran mengenai arah kepala tempat tidur, di mana dalam feng shui tradisional, mengarahkan kepala ke barat sering dianggap kurang ideal. Arah ini diyakini berkaitan dengan energi pasif yang menghambat kualitas istirahat terbaik bagi sebagian orang.