JAKARTAHYPE.COM - Bagi jutaan masyarakat Indonesia, aroma dan rasa kopi telah menjadi ritual wajib yang mampu membangkitkan semangat di awal hari. Minuman ini dikenal luas sebagai peningkat mood instan berkat efek menyegarkan yang diberikannya pada tubuh.

Kabar menggembirakan datang bagi para penikmat kopi, sebab manfaat minuman ini melampaui sekadar kesegaran sesaat. Penelitian ilmiah terkini menunjukkan bahwa kopi memiliki potensi untuk membantu mengelola tingkat stres dan kecemasan, asalkan dikonsumsi dalam porsi yang proporsional.

Sebuah investigasi ilmiah yang menarik telah dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders, menyoroti korelasi kuat antara kebiasaan minum kopi dan kesehatan mental seseorang. Penelitian ini memanfaatkan data ekstensif dari UK Biobank, sebuah basis data kesehatan besar yang menyimpan informasi medis dan demografi hampir setengah juta partisipan.

Hasil analisis mendalam dari data tersebut memperlihatkan sebuah pola yang jelas. Disebutkan bahwa individu yang rutin mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang menunjukkan prevalensi stres dan gangguan suasana hati yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak mengonsumsi kopi.

Namun, para peneliti menekankan adanya batasan krusial yang harus diperhatikan oleh para peminum kopi. Manfaat optimal bagi kesehatan mental diklaim dapat diraih dengan mengonsumsi sekitar dua cangkir kopi setiap hari, dengan ambang batas atas tidak melebihi tiga cangkir.

Dikutip dari Real Simple, studi tersebut menggarisbawahi bahwa konsumsi berlebihan justru dapat menimbulkan efek kontraproduktif yang merugikan kondisi mental. Kelebihan asupan kafein dapat memicu peningkatan detak jantung, perasaan gelisah, peningkatan kecemasan, hingga mengganggu kualitas tidur.

Lebih lanjut, studi tersebut menetapkan definisi standar untuk satu porsi kopi yang dimaksud, yaitu setara dengan sekitar 8 ons atau kurang lebih 240 ml. Hal ini memberikan implikasi praktis bahwa segelas kopi ukuran besar (venti) yang biasa dibeli di kedai kopi mungkin sudah mencukupi kebutuhan harian untuk meraih efek positif tersebut.

Yang membuat temuan ini semakin menarik adalah kesimpulan bahwa manfaat tersebut tidak semata-mata bergantung pada kandungan kafein saja. Para penikmat kopi decaf (tanpa kafein) juga dilaporkan menunjukkan hasil yang serupa terkait peningkatan kesehatan mental dalam penelitian ini.

Dikutip dari Nature Communications, penelitian lain yang terbit pada April lalu memberikan petunjuk mengenai mekanisme di balik fenomena ini, yakni melalui hubungan erat antara konsumsi kopi dan komposisi mikrobioma usus. Baik peminum kopi berkafein maupun tanpa kafein ditemukan memiliki profil mikrobioma usus yang berbeda dari non-peminum kopi.