JAKARTAHYPE.COM - Karier aktris Allison Mack, yang dikenal luas melalui perannya di serial televisi populer "Smallville" pada awal tahun 2000-an, mengalami kemerosotan drastis setelah ia terseret dalam pusaran sekte Nxivm. Kasus ini melibatkan tuduhan serius mengenai perdagangan manusia dan eksploitasi terhadap sejumlah perempuan muda.
Pusat dari permasalahan ini adalah organisasi Nxivm, yang didirikan oleh Keith Raniere pada tahun 1998 dan awalnya dikenal sebagai penyedia layanan pengembangan diri melalui program yang disebut Executive Success Programs (ESP). Meskipun menawarkan seminar motivasi, organisasi ini ternyata menyimpan praktik manipulatif dan kekerasan psikologis di baliknya.
Keterlibatan Mack dimulai pada tahun 2006, ketika ia diperkenalkan kepada Nxivm oleh sesama bintang "Smallville," Kristin Kreuk. Pada awalnya, Mack melihat organisasi tersebut sebagai wadah pemberdayaan perempuan dan pelatihan diri, namun seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa Nxivm berfungsi sebagai sekte sesat.
Perempuan yang pernah menghiasi layar kaca tersebut kemudian semakin mendekat ke lingkaran inti Nxivm, khususnya kelompok rahasia bernama DOS. Kelompok ini oleh jaksa federal disebut sebagai sistem yang menerapkan hubungan antara 'master' dan 'budak seks' dalam strukturnya.
Jaksa federal menduga bahwa para anggota wanita dalam DOS dipaksa menjalani diet ketat dan menyerahkan foto telanjang atau informasi pribadi sebagai alat ancaman. Selain itu, ada dugaan praktik ritual berupa pemberian cap bakar pada tubuh para korban.
Allison Mack disebut menempati posisi penting tepat di bawah kepemimpinan Keith Raniere dalam hierarki kelompok tersebut. Ia didakwa membantu merekrut perempuan yang sesuai dengan preferensi seksual pemimpin sekte tersebut.
Pada April 2018, Mack akhirnya ditangkap atas tuduhan konspirasi perdagangan seks dan kerja paksa terkait aktivitas Nxivm. Setelah penangkapan tersebut, ia memutuskan untuk bekerja sama dengan pihak penyidik dan mengaku bersalah atas dakwaan pemerasan serta konspirasi.
Sebelum dijatuhi vonis, Allison Mack menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada semua pihak yang telah terdampak oleh tindakannya di dalam sekte tersebut. "Dari lubuk hati terdalam, saya benar-benar minta maaf," ujar Mack kepada para korban yang terdampak oleh tindakannya, sebagaimana dikutip dari AP.
Pada tahun 2021, hakim federal menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada Mack, sebuah sanksi yang lebih ringan dibandingkan potensi tuntutan maksimal 40 tahun, namun tetap mengakui adanya trauma fisik dan psikologis yang ditimbulkan kepada para korban. Sementara itu, Keith Raniere sendiri dijatuhi hukuman 120 tahun penjara atas berbagai dakwaan serius.