JAKARTAHYPE.COM - Perawatan estetika di Indonesia kini mengalami pergeseran fokus, menjauhi upaya mengubah bentuk wajah secara drastis menuju pemeliharaan kualitas kulit agar tampak sehat dan awet muda. Salah satu inovasi yang paling diminati dalam tren ini adalah prosedur yang dikenal sebagai skin booster.
Fenomena skin booster ini, menurut Co-founder Eva Mulia Clinic, dr. Eddy Widjaja, awalnya populer di Eropa dan kemudian berkembang pesat menjadi tren besar di Korea Selatan belasan tahun lalu. Kini, perawatan ini telah menjadi bagian integral dari gaya hidup masyarakat Indonesia yang sadar kesehatan kulit.
Esensi mendasar dari perawatan skin booster adalah memberikan dorongan nutrisi langsung untuk meningkatkan kualitas kulit (skin quality), bukan sekadar memberikan hasil instan seperti operasi plastik. "Intinya itu skin booster, namanya juga booster untuk nge-boost kita punya skin quality. Jadi kalau dilakukan, sifatnya bukan kayak sulap ya, tapi pokoknya skin quality dan kadang-kadang ada istilahnya itu skin vestment," jelas dr. Eddy kepada Wolipop baru-baru ini.
Dr. Eddy meluruskan pandangan umum bahwa perawatan anti-penuaan hanya diperlukan saat kerutan sudah terlihat jelas, memperkenalkan konsep skin vestment atau investasi kulit. Konsep ini menyarankan perawatan idealnya dimulai sejak usia muda, yakni di usia 20-an atau 30-an, untuk mengunci kondisi kulit terbaik sebelum mengalami penurunan signifikan.
"Kita lakukan skin booster ini bukan untuk memperbaiki sekarang, tapi kita mempertahankan kulit kamu yang usia puluhan tahun ini. Beberapa tahun kemudian juga masih sama, nah itu namanya skin booster. Jadi dia nge-boost, kalau yang perawatan basic ya perlu lah yang rutin, kalau booster kan artinya dilakukan setahun berapa kali," papar dr. Eddy mengenai frekuensi perawatan.
Dengan memulai perawatan sejak dini, dosis dan intensitas yang dibutuhkan cenderung lebih ringan, bahkan mungkin hanya perlu satu atau dua kali setahun, berbeda jika baru dimulai pada usia matang yang membutuhkan repetisi lebih intensif. Dilansir dari Wolipop, saat ini terdapat dua primadona skin booster yang paling dicari di klinik kecantikan.
Salah satu yang paling tren adalah Skin Booster DNA Salmon, yang bekerja dengan menyuntikkan ekstrak DNA Salmon yang mudah diserap kulit dan diklaim memiliki manfaat luas seperti meningkatkan elastisitas, meratakan warna kulit, meremajakan, hingga melembapkan. Bahan yang berasal dari sperma ikan salmon ini sering disebut formula "sapu jagat" karena kemampuannya memperbaiki jaringan kulit secara menyeluruh.
Sementara itu, jenis skin booster lainnya adalah Hyaluronic Acid (HA) yang memiliki fokus spesifik yaitu menghidrasi kulit secara mendalam dan mengunci kelembapan alami, menjadikannya pilihan utama bagi mereka yang menghadapi masalah kulit sangat kering atau dehidrasi. Beberapa produk kini juga hadir dalam bentuk cocktail hybrid, mencampurkan DNA Salmon dan HA dengan bahan aktif lain seperti glutathione.
Keunggulan skin booster dibanding krim topikal terletak pada cara penghantaran nutrisi, yaitu melalui injeksi langsung melompati lapisan pelindung kulit (skin barrier) ke jaringan target di bawah kulit. Untuk kenyamanan pasien, prosedur selalu diawali dengan anestesi topikal (krim baal) untuk meminimalisir rasa tidak nyaman selama penyuntikan.