JAKARTAHYPE.COM - Sebuah penantian panjang untuk meraih gelar bergengsi menjadi sorotan utama dalam analisis ini, di mana beberapa klub Liga Primer Inggris tercatat memiliki periode tanpa kemenangan yang lebih lama dibandingkan yang lain. Secara khusus, masa paceklik trofi Manchester United ternyata lebih panjang dibandingkan dengan rival sekota mereka, Manchester City.
Metodologi perhitungan ini hanya mencakup trofi utama, dan secara tegas mengabaikan gelar dari liga kasta kedua atau divisi di bawahnya. Hal ini berarti promosi dari divisi bawah, seperti yang pernah dialami beberapa klub, tidak dimasukkan dalam hitungan kekeringan gelar.
Sebagai contoh, Fulham memiliki catatan koleksi trofi utama yang sangat minim sepanjang sejarah klubnya yang hampir mencapai satu setengah abad, meskipun mereka pernah meraih gelar Divisi Satu pada tahun 2001 dan Piala Intertoto pada tahun 2002. Klub yang bermarkas di Craven Cottage ini tercatat pernah menelan dua kekalahan di final kompetisi besar, yaitu Piala FA 1975 melawan West Ham dan Liga Europa 2010 dari Atletico Madrid.
Brentford, meskipun belum meraih trofi utama, tercatat telah tiga kali gagal memenangkan Football League Trophy meskipun telah mencapai babak final. Klub ini menghabiskan sebagian besar eksistensinya di liga non-utama dan liga bawah, namun sempat memberikan harapan saat kalah di semifinal Carabao Cup lima tahun lalu saat masih berstatus tim Championship.
Bournemouth, yang dikenal karena penampilan kompeten di bawah Eddie Howe dan Andoni Iraola, baru sekali meraih Football League Trophy pada tahun 1984, namun mereka belum pernah mencapai babak semifinal di Piala FA maupun Piala Liga. Klub ini juga hanya pernah memenangkan tiga gelar kasta ketiga dan dua gelar kasta keempat sepanjang sejarahnya.
Brighton & Hove Albion pernah meraih Charity Shield pada tahun 1910 dan mencapai final Piala FA 1983, di mana mereka kalah telak 4-0 dalam laga ulangan melawan Manchester United. Mereka juga sempat mencapai semifinal Piala FA 2019 sebelum takluk 1-0 dari Manchester City yang kemudian meraih Treble domestik.
Crystal Palace berhasil mengukir sejarah setelah masa paceklik panjang, di mana mereka meraih trofi (Zenith Data Systems Cup) sebelum akhirnya menjadi pemegang gelar Piala FA dan Community Shield saat ini. Setelah itu, mereka memiliki peluang besar untuk melaju ke final Liga Europa Conference League.
"Kami mengatakan sebelum pertandingan bahwa kami ingin menulis sejarah kami sendiri dan kami telah menulis bab besar dalam sejarah kami, dan tahun depan kami akan melakukannya lagi ketika kami bermain di Eropa," ujar Oliver Glasner merayakan pencapaian tersebut.
Burnley mencatatkan masa kekeringan gelar yang sangat panjang, setelah terakhir kali menjuarai Divisi Satu pada tahun 1960, dan penantian tersebut telah berlangsung selama enam dekade lebih. Manajer terakhir yang membawa The Clarets mencapai semifinal Piala FA atau Piala Liga adalah Owen Coyle, bukan Vincent Kompany atau Scott Parker.