JAKARTAHYPE.COM - Keputihan atau peningkatan produksi cairan vagina sering menjadi perhatian bagi sebagian ibu hamil, terutama ketika usia kehamilan memasuki trimester ketiga. Kondisi ini dikenal secara medis sebagai leukorea, yang merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan fisiologis yang sedang berlangsung.

Fenomena ini terjadi karena adanya lonjakan signifikan pada kadar hormon estrogen selama masa kehamilan. Selain itu, peningkatan aliran darah yang menuju ke area panggul dan vagina juga berkontribusi pada produksi cairan yang lebih banyak.

Banyak calon ibu merasa khawatir mengenai kondisi ini, padahal dalam konteks kehamilan yang sehat, keputihan merupakan bagian dari proses yang wajar. Keputihan yang dianggap normal biasanya memiliki ciri berupa warna putih susu atau transparan, serta tidak disertai dengan bau yang menyengat.

Lebih lanjut, keputihan normal tidak seharusnya menimbulkan gejala mengganggu seperti rasa gatal yang berkelanjutan atau sensasi perih saat beraktivitas. Jika gejala-gejala tersebut muncul, hal itu patut diwaspadai sebagai potensi masalah lain.

Dilansir dari Medcom, seorang pakar menjelaskan bahwa perubahan ini sangat terkait dengan hormon. "Peningkatan kadar estrogen, terutama pada trimester ketiga, menyebabkan vagina memproduksi lebih banyak sekresi dan keputihan," kata Laura Riley, MD, direktur persalinan dan kelahiran di Massachusetts General Hospital di Boston dan penulis buku You and Your Baby: Healthy Eating During Pregnancy dalam Parents.

Meskipun merupakan reaksi tubuh yang wajar, keputihan yang intens dapat menyebabkan ketidaknyamanan karena area intim menjadi lebih lembap sepanjang hari. Untuk mengatasi rasa lembap ini, banyak wanita hamil memilih menggunakan panty liner sebagai solusi praktis.

Keputihan ini sejatinya adalah bagian alami dari adaptasi tubuh selama mengandung sehingga tidak mungkin dihindari sepenuhnya. Namun, ada beberapa langkah higienis yang bisa diterapkan untuk meminimalkan rasa lembap dan mencegah iritasi kulit yang mungkin timbul.

Sangat disarankan bagi ibu hamil untuk memilih pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun. Bahan katun dikenal memiliki kemampuan menyerap keringat yang lebih baik dibandingkan bahan sintetis, membantu menjaga area kewanitaan tetap sejuk dan kering.

Mengenai penggunaan panty liner, hal tersebut diperbolehkan asalkan diganti secara rutin dan berkala. Jika pembalut atau panty liner dibiarkan terlalu lama dan menjadi lembap, hal itu dapat menimbulkan gesekan pada kulit. "Pembalut yang lembap dapat menggesek kulit dan menyebabkan iritasi," ujar Dr. Riley.