JAKARTAHYPE.COM - Kebijakan Pertamina mengenai distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali menjadi sorotan publik setelah beredar kabar bahwa beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah menghentikan penjualan Pertalite. Fenomena ini memicu kebingungan di kalangan pengendara yang masih bergantung pada BBM jenis tersebut.

Informasi yang sempat beredar menyebutkan bahwa penghentian penjualan Pertalite di lokasi-lokasi tertentu telah diberlakukan mulai 1 Mei 2026. Hal ini menimbulkan spekulasi luas mengenai apakah Pertalite akan dihapus secara permanen atau terdapat penyesuaian regulasi baru dari pihak Pertamina.

Untuk mengklarifikasi isu yang beredar, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, memberikan penjelasan resmi mengenai perubahan operasional di beberapa SPBU tersebut. Perubahan status ini ternyata bukan merupakan pencabutan distribusi Pertalite secara nasional.

Menurut Roberth, SPBU yang tidak lagi menjual Pertalite telah mengalami peningkatan status menjadi SPBU Signature. Hal ini menandakan adanya transformasi fasilitas menjadi layanan yang lebih premium dan berorientasi pada pengalaman konsumen.

"Perubahan tersebut bukan karena penghentian distribusi, melainkan perubahan status SPBU itu sendiri," jelas Roberth M.V. Dumatubun. Pernyataan ini menegaskan bahwa Pertalite masih tersedia, namun dialihkan ke SPBU reguler lainnya.

SPBU Signature didefinisikan sebagai konsep SPBU modern dari Pertamina yang menawarkan kenyamanan dan fasilitas yang lebih lengkap daripada SPBU konvensional. Konsumen di lokasi ini akan menemukan layanan yang fokus pada BBM non-subsidi.

Fasilitas tambahan yang ditawarkan SPBU Signature mencakup Bright Store modern, tenant kopi pilihan, area duduk yang nyaman, musholla yang bersih, serta toilet gratis dengan standar kebersihan tinggi. Selain itu, BBM yang disediakan lebih mengutamakan produk seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Dilansir dari Genz.id, daftar SPBU yang telah bertransformasi menjadi SPBU Signature dan tidak lagi menjual Pertalite mencakup beberapa wilayah di Jakarta, Depok, dan Bogor. Sebagai contoh, di Jakarta Barat terdapat SPBU 3111401 di Slipi dan SPBU 3311701 di Cengkareng.

Sementara itu, pengguna kendaraan modern yang direkomendasikan untuk menggunakan BBM oktan tinggi menjadi target utama dari konsep SPBU Signature ini. Hal ini sejalan dengan tren peningkatan budaya singgah dan kenyamanan saat mengisi bahan bakar di kota-kota besar.