JAKARTAHYPE.COM - Noda hitam atau hiperpigmentasi di wajah memerlukan durasi waktu yang signifikan untuk menghilang sepenuhnya dari kulit. Menurut Mamina Turegano, seorang dokter kulit bersertifikasi di Sanova Dermatology, New Orleans, proses pemudaran ini biasanya membutuhkan waktu minimal satu bulan, bahkan bisa mencapai tiga bulan.
Proses memudarkan hiperpigmentasi sangat bergantung pada rutinitas perawatan kulit yang dijalankan oleh individu. Namun, sebelum fokus pada produk, penting untuk memahami akar permasalahan seperti paparan sinar matahari tanpa SPF, fluktuasi hormon, atau peradangan akibat jerawat yang meradang atau dipencet.
Jika noda hitam tetap membandel atau bahkan terlihat semakin jelas, indikasi kuat bahwa ada kekeliruan dalam rangkaian skincare yang digunakan. Produk pencerah memang membutuhkan waktu untuk meratakan warna kulit dan tidak memberikan hasil instan seperti yang diharapkan banyak orang.
Beberapa bahan aktif populer untuk mencerahkan adalah Vitamin C, yang berfungsi sebagai antioksidan untuk menekan produksi melanin, serta Retinol dan eksfolian lainnya yang membantu regenerasi sel kulit mati. Kedua bahan ini memiliki fungsi pencerah yang kuat, namun penggunaannya bersamaan bisa menjadi bumerang bagi kulit.
"Keduanya memang sama-sama punya fungsi mencerahkan. Namun, penggunaan secara bersamaan justru bisa memicu iritasi dan peradangan yang berujung pada hiperpigmentasi makin menggelap," ujar Dr. Turegano mengenai potensi iritasi akibat kombinasi bahan aktif.
Dr. Turegano menyarankan strategi penggunaan bahan aktif pencerah yang lebih terstruktur, yaitu memilih salah satu bahan utama atau mengaplikasikannya secara bergantian pada hari yang berbeda. Pendekatan bertahap ini dianggap lebih lembut pada kulit dan cenderung memberikan hasil yang lebih optimal dalam jangka panjang.
Kesalahan umum lainnya adalah fokus berlebihan pada perawatan noda hitam padahal jerawat aktif masih menjadi masalah utama yang belum teratasi. Noda hitam tidak akan memudar signifikan jika sumber peradangan, yaitu jerawat, terus muncul.
"Kesalahan yang sering saya lihat adalah orang mengalami jerawat tetapi lebih fokus pada pengobatan hiperpigmentasi," kata Dr. Turegano, dikutip dari SELF, menekankan pentingnya mengatasi jerawat terlebih dahulu.
Ketika jerawat masih aktif, peradangan terus terjadi akibat penumpukan minyak, sel kulit mati, dan bakteri, sehingga usaha mencerahkan noda menjadi kurang efektif karena noda baru terus terbentuk. Kunci utama dalam kasus ini adalah mencari rencana perawatan yang sesuai setelah berkonsultasi dengan dokter kulit profesional.