JAKARTAHYPE.COM - Bulan Dzulhijjah menyimpan keistimewaan tersendiri dalam kalender Hijriah, di mana umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amalan saleh karena pahalanya yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Salah satu amalan yang sering menjadi perbincangan adalah pelaksanaan puasa pada sembilan hari pertama bulan tersebut.
Namun, penting bagi umat muslim untuk memahami status hukum dari puasa sunnah ini, terutama mengenai durasi pelaksanaannya yang sering menimbulkan pertanyaan seputar kewajiban berpuasa penuh selama sembilan hari. Pemahaman yang benar mengenai tuntunan syariat ini akan memastikan ibadah yang dijalankan sesuai dengan koridor agama.
Dilansir dari Cahaya, pelaksanaan puasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah secara hukum memiliki status sunnah dan tidak termasuk kategori wajib. Hal ini memberikan kelonggaran bagi umat muslim untuk melaksanakannya sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing individu.
Para ulama menganjurkan umat Islam untuk menunaikan puasa ini secara berturut-turut mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, yang mana untuk tahun 2026 diperkirakan akan berlangsung dari tanggal 18 Mei hingga 26 Mei 2026 berdasarkan keputusan pemerintah.
"Melaksanakan puasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah secara hukum bernilai sunnah dan bukan sebuah kewajiban," sebagaimana dikutip dari Cahaya, menegaskan bahwa tidak ada paksaan untuk berpuasa penuh selama periode tersebut.
Bagi mereka yang merasa tidak mampu menjalankan puasa secara penuh selama sembilan hari, terdapat dua puasa utama yang sangat dianjurkan untuk tidak dilewatkan karena keutamaannya yang besar. Dua puasa tersebut adalah Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.
Puasa Tarwiyah, yang jatuh pada 8 Dzulhijjah atau 25 Mei 2026, memiliki keistimewaan untuk menghapus dosa setahun yang telah lampau. Sementara itu, Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah atau 26 Mei 2026 dikaruniai keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Bagi umat muslim dengan jadwal aktivitas yang padat, ibadah puasa ini dapat dilaksanakan secara bertahap, karena mengambil beberapa hari saja untuk berpuasa sudah dianggap sebagai langkah baik dan tetap mendapatkan pahala.
Perencanaan ibadah dapat disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan, di mana Puasa 1–7 Dzulhijjah jatuh pada 18–24 Mei 2026, Puasa Tarwiyah pada 25 Mei 2026, dan Puasa Arafah pada 26 Mei 2026.