JAKARTAHYPE.COM - Film bertajuk "Gohan" hadir sebagai sebuah karya drama emosional yang menyoroti perjalanan hidup seekor anjing liar berwarna putih. Narasi film ini disusun secara unik melalui tiga babak usia yang berbeda, mulai dari masa kecil, dewasa, hingga masa tua sang anjing.

Dikutip dari ulasan yang dirilis pada 15 Mei 2026, film ini menjanjikan pengalaman menonton yang mampu menguras air mata namun tetap memberikan rasa hangat di hati. Setiap babak memberikan perspektif berbeda mengenai hubungan antara manusia dan hewan peliharaan.

Pada babak pertama, sutradara Chayanop Boonprakob merangkai kisah awal pertemuan Gohan dengan seorang ekspatriat asal Jepang bernama Hiro. Bagian ini menonjolkan perpaduan antara nuansa melankolis dan humor khas Thailand yang sangat menyentuh.

"Penonton diperkenalkan pada asal-usul nama Gohan yang diambil dari bahasa Jepang yang berarti nasi karena warna bulunya yang putih bersih," ungkap Nadia Larasati dalam ulasannya.

Memasuki babak kedua, kendali penyutradaraan berpindah ke tangan Nattawut Poonpiriya yang membawa atmosfer lebih tegang dengan sentuhan elemen thriller. Fokus cerita kemudian bergeser pada kehidupan Namcha, seorang imigran ilegal asal Myanmar yang menghadapi berbagai kesulitan.

"Meskipun masih terselip momen lucu, tema yang diangkat jauh lebih serius sehingga fase hidup Gohan terasa lebih berat dan getir dibandingkan bagian sebelumnya," jelas ulasan tersebut.

Babak penutup yang digarap oleh Atta Hemwadee menjadi puncak emosional saat Gohan memasuki usia senja. Dinamika hubungan antara karakter Pele dan Jaidee digunakan untuk menyeimbangkan suasana dramatis melalui unsur komedi yang pas.

"Alih-alih melakukan eksploitasi kesedihan yang berlebihan, bagian akhir ini justru memilih jalur optimistis sebagai konklusi perjalanan hidup sang anjing," tutur pengamat dalam artikel aslinya.

Secara keseluruhan, film Gohan dipandang sebagai sebuah surat cinta bagi para pemilik hewan peliharaan yang memahami ketulusan pengabdian seekor anjing. Pesan moral yang mendalam menjadikan film ini sebagai drama berkualitas yang layak untuk ditonton.