JAKARTAHYPE.COM - Di tengah gempuran berbagai tren kebugaran di Jakarta, olahraga Pilates kian digemari masyarakat urban. Daya tarik utamanya terletak pada fokusnya dalam membangun kekuatan, menyempurnakan postur, dan menyejajarkan inti tubuh (core). Oleh karena itu, memahami variasi latihan Pilates menjadi kunci penting bagi para pegiat kebugaran dalam menyusun rutinitas yang paling efektif.
Secara umum, terdapat dua metode Pilates utama yang populer di studio kebugaran, yaitu Mat Pilates dan Reformer Pilates. Mat Pilates merupakan bentuk latihan yang dilakukan di atas matras, mengandalkan berat badan sendiri sebagai resistensi utama. Metode klasik ini sangat menekankan pada kekuatan otot inti, kontrol gerakan, mobilitas, dan penyelarasan postur tubuh secara mandiri.
Sementara itu, Reformer Pilates menawarkan pengalaman yang berbeda karena memanfaatkan alat khusus bernama reformer. Alat ini dilengkapi dengan moving carriage, sistem pegas (spring resistance), tali pengikat (straps), dan footbar. Sistem pegas pada reformer memberikan topangan sekaligus tantangan melalui resistensi yang dapat diatur sesuai kebutuhan.
Keunggulan signifikan dari Reformer Pilates adalah kemampuannya memberikan umpan balik langsung kepada tubuh peserta. Hal ini membantu pegiat kebugaran memahami arah gerakan dan mengontrol keselarasan tubuh dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.
Coach Annabella Yoshepine, seorang STOTT PILATES® Certified Instructor, menjelaskan perbedaan mendasar antara kedua metode tersebut. "Mat Pilates melatih kita mengendalikan tubuh sepenuhnya secara mandiri, sementara Reformer Pilates memberikan dukungan sekaligus resistensi untuk target otot yang lebih spesifik," ujar Coach Annabella Yoshepine.
Dilansir dari artikel yang membahas tujuan body goals, meskipun menggunakan peralatan yang berbeda, kedua metode ini berakar pada filosofi yang sama, yaitu sebagai latihan seluruh tubuh (full-body workout). Manfaat Pilates melampaui area perut, sebab ia memperkuat otot inti bagian dalam (deep core), bokong (glutes), pinggul, punggung, bahu, serta otot-otot penopang postur.
Menurut Coach Bella—sapaan akrab Annabella Yoshepine—variasi resistensi fleksibel pada Reformer Pilates membuatnya sangat adaptif dan efektif untuk meningkatkan kapasitas fisik. Hal ini menjadi latar belakang hadirnya VAURA Pilates Menteng sebagai studio pertama di Indonesia dari jaringan global yang mendefinisikan ulang Pilates menjadi lebih dinamis dan berenergi.
Jo Gomez, Director of Athletics, Pilates, di FIT House of Brands, menegaskan bahwa konsumen saat ini memandang kekuatan, mobilitas, pemulihan, dan longevity sebagai satu kesatuan pengalaman utuh. "Konsumen modern kini tidak lagi melihat kekuatan, mobilitas, pemulihan, dan longevity sebagai manfaat yang terpisah, melainkan sebuah kesatuan pengalaman yang utuh," tutur Jo Gomez.
Camila Arreaga selaku Head Trainer VAURA Menteng menambahkan bahwa tantangan sesungguhnya adalah melatih tubuh agar bergerak lebih cerdas dan efisien di bawah bimbingan instruktur ahli. Pilates juga sangat bermanfaat sebagai pendamping bagi atlet lari, padel, tenis, maupun kompetisi hybrid fitness seperti HYROX yang menuntut stabilitas tinggi saat tubuh lelah.