JAKARTAHYPE.COM - Risiko besar kini membayangi perjalanan karier aktor ternama Mark Ruffalo di kancah industri perfilman Hollywood. Pemeran karakter Hulk dalam Marvel Cinematic Universe ini secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa dirinya telah dimasukkan ke dalam daftar hitam atau blacklist oleh pihak Paramount-Skydance.
Keputusan Ruffalo untuk bersuara keras ini diduga kuat menjadi pemicu utama pemboikotan tersebut. Penolakan vokal sang aktor ditujukan terhadap rencana akuisisi dan merger antara dua raksasa hiburan besar, yaitu Paramount dan Warner Bros.
Kegelisahan ini diungkapkan oleh Mark Ruffalo ketika ia menjadi bintang tamu dalam sebuah podcast yang berjudul I've Had It baru-baru ini. Meskipun menyadari posisinya di dunia akting kini terancam, ia merasa memiliki tanggung jawab moral yang mendesak untuk terus menyuarakan penolakannya.
Dilansir dari Detikcom, Ruffalo menjelaskan bahwa tindakannya adalah bentuk perlawanan yang perlu dilakukan, terlepas dari konsekuensi pribadi yang mungkin timbul. Ia merasa bahwa diam tidak akan mengubah hasil akhir dari situasi tersebut.
"Saya merasa sudah masuk dalam daftar hitam. Saya sudah bukan lagi teman bagi orang-orang ini. Jadi, pilihannya adalah bertarung atau menyerah. Namun, hasil akhirnya akan sama saja jika Anda tidak melawan. Begitulah cara menghadapi setiap perundung di dunia ini," kata Mark Ruffalo.
Penolakan Ruffalo terhadap rencana penggabungan ini telah berlangsung sejak beberapa bulan sebelumnya, dimulai dengan penyebaran surat terbuka pada April 2026. Pada masa awal gerakan tersebut, ia mengamati bahwa banyak pihak di lingkaran Hollywood yang merasa sangat takut untuk memberikan dukungan secara terbuka.
"Banyak orang yang sejak awal takut untuk menandatanganinya. Mereka takut karena, mengutip pernyataan salah satu agen terkemuka yang namanya tidak akan saya sebutkan di sini, keluarga Ellison adalah orang-orang yang sangat pendendam," ujar Mark Ruffalo.
Namun, seiring berjalannya waktu, suasana mulai berubah dan keberanian mulai menular di kalangan pelaku industri kreatif. Pengalaman pahit dari merger besar sebelumnya, seperti penggabungan Fox dan Disney, menjadi pelajaran berharga mengenai dampak buruk yang dialami oleh para pekerja seni.
"Apa yang kami ketahui adalah bahwa keberanian itu menular, dan ada keamanan jika kita bergerak bersama dalam jumlah besar. Banyak orang dalam surat ini adalah mereka yang memiliki posisi kuat seperti saya, namun ada juga orang-orang yang justru tidak punya pilihan selain bertarung karena mereka sedang memperjuangkan nasib pekerjaan mereka," jelas Mark Ruffalo.