JAKARTAHYPE.COM - Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 menghadirkan tantangan logistik yang belum pernah ada sebelumnya bagi tim-tim peserta. Selain fokus pada strategi di lapangan, para kontestan kini harus menghadapi realitas perjalanan jarak jauh yang signifikan.
Turnamen akbar kali ini tersebar secara geografis di tiga negara besar Amerika Utara, yang secara otomatis menciptakan perbedaan zona waktu yang cukup ekstrem. Hal ini menuntut manajemen energi dan pemulihan pemain yang sangat ketat.
Salah satu tim yang secara nyata merasakan dampak dari jadwal padat ini adalah Republik Ceko. Mereka harus segera menyesuaikan diri dengan pola perjalanan yang sangat dinamis selama fase grup berlangsung.
Sebagai contoh nyata, Republik Ceko memulai kiprah mereka dengan laga pembuka yang diadakan di Guadalajara, Meksiko. Setelah pertandingan tersebut, tim harus segera kembali ke basis latihan mereka yang berlokasi di Dallas, Amerika Serikat.
Kepulangan ke Dallas tersebut merupakan bagian dari persiapan untuk pertandingan selanjutnya yang dijadwalkan berlangsung di Atlanta. Perubahan lokasi yang cepat ini menguji kemampuan tim dalam adaptasi cepat terhadap lingkungan baru.
Namun, pergantian lokasi ini belum berakhir, karena untuk menjalani laga terakhir mereka di fase grup, Republik Ceko dijadwalkan harus kembali lagi menuju Meksiko. Ini menunjukkan pola perjalanan bolak-balik yang melelahkan.
Mengenai isu beban perjalanan ini, pelatih Republik Ceko, Miroslav Koubek, menyampaikan pandangannya terkait situasi yang harus mereka hadapi di turnamen ini. Beliau menyadari bahwa ini adalah bagian yang tak terhindarkan dari format saat ini.
"Kami hanya harus menerimanya karena memang itulah yang sudah direncanakan untuk kami," kata pelatih Republik Ceko, Miroslav Koubek, dikutip dari AP, Rabu (17/6/2026).
Situasi ini menunjukkan bahwa aspek non-teknis, seperti manajemen perjalanan dan mitigasi efek jet lag, akan menjadi faktor penentu kesuksesan tim di Piala Dunia edisi kali ini.