JAKARTAHYPE.COM - Banyak figur publik yang lekat dengan citra kemewahan, namun berbeda dengan Manohara Odelia yang kini memilih jalan hidup yang lebih sederhana. Ia secara terbuka menunjukkan pergeseran paradigma dari kehidupan glamor dunia hiburan yang pernah ia jalani sebelumnya.

Perubahan gaya hidup ini berpusat pada penerapan prinsip minimalisme yang ia yakini membawa dampak positif bagi dirinya. Hal ini terlihat dari keengganannya untuk terus mengikuti derasnya perubahan tren yang terjadi di masyarakat modern.

Manohara secara spesifik menyatakan bahwa ia tidak lagi terpengaruh oleh siklus tren fashion maupun pembaruan perangkat teknologi yang berganti setiap musim. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kesadaran terhadap dampak konsumsi yang berlebihan.

Fokus utama dari filosofi barunya adalah menghindari kebiasaan konsumtif yang tidak penting dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan batas konsumsi pribadi.

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam sebuah acara yang diselenggarakan di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Momen ini menjadi kesempatan baginya untuk berbagi pandangan mengenai gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Momen berbagi pandangan ini terjadi pada hari Minggu, 28 Juni 2026, di mana Manohara memaparkan pandangannya kepada audiens yang hadir. Lokasi dan waktu ini menandai momen resminya menyampaikan prinsip hidup barunya.

Mengenai dorongan untuk hidup sederhana, Manohara Odelia menyampaikan bahwa perempuan cenderung mudah terbawa oleh arus tren yang ada di sekitar mereka. Ia menegaskan bahwa kesadaran akan hal ini sangat penting untuk diterapkan.

"Sebagai perempuan mungkin kita sangat terbawa dengan tren-tren, entah itu tren fashion ataupun teknologi. Dan saya sangat percaya bahwa pentingnya kita tidak terlalu overconsumption, overconsumptive," kata Manohara Odelia saat mengisi acara di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (28/6/2026).

Dikutip dari sumber berita, filosofi ini menunjukkan komitmen Manohara untuk hidup lebih bijak dan tidak terikat pada materialisme yang terus berubah-ubah. Ia memilih untuk fokus pada nilai-nilai yang lebih substansial daripada mengikuti godaan konsumerisme.