JAKARTAHYPE.COM - Pendiri dan CEO Xiaomi, Lei Jun, baru-baru ini menyuarakan perasaannya mengenai julukan yang sering dilekatkan kepadanya, yaitu "Steve Jobs dari China." Julukan ini kerap muncul dalam berbagai liputan media yang mengulas kiprahnya dan perkembangan perusahaan yang ia dirikan.

Perbandingan ini muncul karena adanya kemiripan yang diamati publik, mencakup berbagai aspek mulai dari gaya berpakaian, filosofi produk yang diusung, hingga visi bisnis yang diterapkan di Xiaomi. Selain itu, metode kepemimpinan yang ia terapkan juga sering kali disandingkan dengan pendekatan yang pernah dilakukan oleh pendiri legendaris Apple tersebut.

Meskipun demikian, Lei Jun mengakui bahwa Steve Jobs merupakan salah satu sumber inspirasi terbesarnya dalam membangun Xiaomi. Pengakuan ini menunjukkan respeknya terhadap figur ikonik di industri teknologi global tersebut.

Namun, Lei Jun merasa bahwa perbandingan langsung antara dirinya dengan pencipta iPhone itu menjadi kurang relevan dalam konteks saat ini. Ia menilai bahwa penyandingan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan realitas yang ada.

Ketidaknyamanan utama yang dirasakan oleh Lei Jun adalah karena julukan tersebut terus melekat dan mendominasi setiap pemberitaan yang meliput dirinya dan perusahaannya. Hal ini dirasakannya sebagai sebuah ketidakadilan dalam cara media meliput perkembangannya.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, Lei Jun mengungkapkan bahwa ia merasa risih ketika julukan tersebut selalu digunakan secara berulang dalam liputan media. Hal ini menandakan adanya frustrasi terhadap narasi yang dibangun oleh media massa.

"Meskipun mengakui bahwa Steve Jobs adalah salah satu inspirasi terbesarnya," ujar Lei Jun, "Lei Jun merasa perbandingan langsung antara dirinya dengan pencipta iPhone tersebut kurang relevan."

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ia merasa risih karena julukan tersebut terus melekat dalam setiap liputan media yang membahas dirinya dan perusahaannya, kata Lei Jun. Hal ini menunjukkan keinginannya agar publik melihat Xiaomi dan dirinya berdasarkan kontribusi mereka sendiri.

Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, fokus pada perbandingan historis ini terkadang mengaburkan inovasi dan pencapaian yang telah diraih oleh Xiaomi secara independen. Oleh karena itu, penting bagi media untuk menyajikan liputan yang lebih berimbang dan objektif.