JAKARTA, JakartaHype.com - Masalah obesitas pada remaja semakin menjadi perhatian. Selain pola makan yang tidak sehat, kebiasaan kurang tidur ternyata juga menjadi salah satu faktor utama yang sering luput dari perhatian.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Nur Aisiyah Widjaja, mengungkapkan bahwa jam tidur yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko obesitas pada remaja. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga memicu berbagai penyakit serius seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Menurutnya, tubuh memiliki ritme biologis yang memengaruhi hormon, termasuk hormon yang mengatur rasa lapar dan tidur. Ia menjelaskan bahwa hormon melatonin, yang berfungsi mengatur tidur, mulai meningkat sekitar pukul 20.00 malam.

“Jika seseorang tidur melewati jam 9 malam, maka produksi melatonin akan terganggu dan dapat digantikan oleh hormon leptin yang memicu rasa lapar. Akibatnya, keinginan untuk makan atau ngemil di malam hari meningkat,” jelasnya.

Kebiasaan begadang pada remaja pun sering kali diikuti dengan pola makan yang tidak sehat. Banyak remaja memilih mengonsumsi makanan instan seperti mie instan, gorengan, atau camilan tinggi kalori lainnya saat larut malam.

Padahal, konsumsi makanan tersebut pada malam hari berisiko besar meningkatkan asupan kalori secara berlebihan. Terlebih, pada malam hari tubuh cenderung tidak banyak beraktivitas sehingga kalori yang masuk tidak terbakar secara optimal.

“Mie instan memiliki kalori tinggi, apalagi jika ditambah telur yang mengandung protein dan lemak. Jika dikonsumsi malam hari, ini akan menambah beban kalori yang tidak terpakai,” tambahnya.

Selain pola tidur dan makan, faktor stres juga berperan dalam meningkatkan risiko obesitas. Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Hormon ini dapat mengganggu produksi melatonin sehingga kualitas tidur menurun.

Kondisi tersebut menciptakan siklus yang tidak sehat: stres membuat sulit tidur, kurang tidur memicu rasa lapar, dan akhirnya meningkatkan konsumsi makanan berlebih.