JAKARTAHYPE.COM - Profesi sebagai kreator konten kini telah berkembang menjadi jalur karier yang menjanjikan secara finansial bagi banyak orang di Indonesia. Meskipun bermodal awal yang relatif sederhana, seperti ponsel pintar dan kemauan keras, tantangan sesungguhnya terletak pada strategi mempertahankan kesuksesan dalam jangka panjang.
Salah satu figur yang berhasil meniti karier gemilang di bidang ini adalah Alma Tando, yang dikenal luas berkat konten tips riasan wajahnya. Dikutip dari Wolipop, kini Alma telah berhasil memperluas jangkauannya, tidak hanya sebagai kreator tetapi juga sebagai afiliator yang berkolaborasi dengan berbagai merek ternama.
Alma Tando membagikan peta jalan kesuksesan ini saat menghadiri acara Media Workshop: Saatnya Temukan Cantikmu di TikTok ForYouBeauty 2026. Acara penting ini diselenggarakan di Melas Dining & Lounge, Jakarta Selatan, pada hari Selasa, 26 Mei 2026 lalu.
Langkah krusial pertama yang ditekankan Alma adalah menemukan keunikan diri atau niche spesifik agar dapat membedakan diri dari lautan kreator lain. Pemilik akun @catlovers29 ini menjelaskan bahwa keunikan berfungsi untuk membangun basis audiens yang loyal dan terarah.
"Se-simple swatch lipstik misalnya di TikTok versus di aku," ujar Alma, memberikan contoh bagaimana perspektif personal dapat menjadi pembeda utama dalam konten kecantikan.
Alma juga memberikan peringatan keras agar para kreator tidak berusaha meniru figur lain demi mengejar popularitas semata. Ia menekankan pentingnya menerima diri sendiri sebagai aset berharga dalam membangun merek pribadi.
"Jangan memaksakan jadi orang lain karena aku ada cerita dulu aku nggak pakai kacamata maunya pakai softlens. Tapi aku sadar kacamata bisa jadi identity aku dan insecurity itu bisa jadi cuan untuk aku review dan bikin konten makeup tutorial untuk orang pakai kacamata dan jadi colab dengan brand kacamata," lanjutnya, menekankan bagaimana keunikan diri dapat dikapitalisasi.
Strategi selanjutnya adalah mengintegrasikan konten keseharian atau aktivitas hidup sehari-hari ke dalam konten kecantikan. Menurut Alma, konten harian semacam ini membuat penonton merasa lebih dekat dan mudah terhubung secara emosional.
"Misalnya aku sering bikin konten ke pasar pakai makeup nah itu akan menimbul pertanyaan lipstiknya apa dan sebagainya," jelas Alma mengenai cara konten keseharian memicu interaksi produk.