WASHINGTON, JakartaHype.com – Insiden penembakan terjadi di tengah acara jamuan makan malam tahunan White House Correspondents' Association (WHCA) di Hotel Washington Hilton pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat. Kejadian tersebut memaksa agen Secret Service mengevakuasi Presiden Donald Trump dan jajaran kabinetnya dari lokasi acara sebelum akhirnya tersangka berhasil diringkus.

Berdasarkan laporan kepolisian, rentetan tembakan mulai terdengar di dalam hotel sekitar pukul 08.35 malam waktu setempat atau Minggu pukul 07.35 WIB. Rekaman video menunjukkan para tamu undangan segera berlindung di bawah meja saat suara tembakan menggema. Tak lama kemudian, sejumlah agen Secret Service langsung mengamankan dan mengawal Presiden Trump beserta jajaran menteri keluar dari ruang utama (ballroom).

Walikota Washington D.C., Muriel Bowser, dan Pelaksana Tugas Kepala Polisi, Jeffery Carroll, mengungkapkan bahwa pelaku yang beraksi seorang diri tersebut mencoba menerobos pos pemeriksaan Secret Service di area lobi hotel. Sebagaimana dikutip dari Reuters pada Minggu (26/4/2026), tersangka diketahui membawa senjata lengkap yang terdiri dari satu pucuk senapan (shotgun), satu pistol, dan beberapa bilah pisau.

"Petugas penegak hukum sempat terlibat baku tembak dengan individu tersebut, namun pelaku tidak terkena tembakan. Anggota Secret Service berhasil menjatuhkan dan memborgol tersangka di lokasi," ujar Carroll dalam keterangannya kepada media.

Akibat insiden ini, seorang agen Secret Service dilaporkan mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit setempat. Tersangka juga dibawa ke fasilitas medis untuk menjalani pemeriksaan evaluasi.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada pukul 08.17 WIB, Presiden Trump memberikan pernyataan pertamanya. Ia memuji kesigapan aparat keamanan yang bertindak cepat dan berani dalam menangani situasi tersebut. Meski awalnya Trump merekomendasikan agar acara tetap dilanjutkan, ia kemudian mengonfirmasi pada pukul 08.37 WIB bahwa dirinya telah meninggalkan lokasi atas permintaan pihak keamanan. Pihak penyelenggara menyatakan bahwa acara tersebut akan dijadwalkan ulang dalam waktu 30 hari ke depan.

Pada pukul 09.30 WIB, Presiden Trump menggelar konferensi pers di Gedung Putih dengan didampingi oleh Direktur FBI dan Pelaksana Tugas Jaksa Agung Amerika Serikat. Dalam kesempatan tersebut, Trump menegaskan bahwa berdasarkan informasi awal, pelaku diduga kuat bekerja secara mandiri.

Tepat pada pukul 10.13 WIB, Jeanine Pirro selaku Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Columbia menyatakan bahwa tersangka akan dijerat dengan pasal penggunaan senjata api dalam tindak kekerasan serta penyerangan terhadap pejabat federal dengan senjata berbahaya.