JAKARTAHYPE.COM - Pengguna iPhone secara global kini menghadapi risiko keamanan siber yang sangat serius dan terorganisir. Dilansir dari Reuters, sebuah malware berbahaya terdeteksi tengah mencuri data sensitif dari ratusan juta perangkat seluler milik Apple tersebut.

Ancaman ini melibatkan malware bernama Darksword yang diidentifikasi melalui analisis mendalam oleh perusahaan keamanan Lookout, iVerify, dan Google. Selain itu, Google dan iVerify juga menemukan keberadaan spyware terpisah yang dikenal dengan nama Coruna.

"Saat ini telah ditemukan jalur eksploitasi terbaru yang terverifikasi dan telah jatuh ke tangan entitas kriminal dengan fokus pada sektor keamanan," kata peneliti utama di Lookout, Justin Albrecht.

Berdasarkan data dari Google, serangan Darksword memiliki target operasi spesifik di wilayah Arab Saudi, Turki, Malaysia, dan Ukraina. Di Malaysia dan Turki, serangan ini diduga berkaitan erat dengan aktivitas vendor pengawasan komersial asal Turki, PARS Defense.

Hingga saat ini, pihak perusahaan PARS Defense dilaporkan tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait temuan tersebut. Hal ini menambah kerumitan dalam mengidentifikasi dalang di balik penyebaran alat pengawasan komersial tersebut.

Peneliti dari iVerify dan Lookout menjelaskan bahwa kerentanan ini ditemukan pada perangkat iPhone yang masih menjalankan sistem operasi iOS versi 18.4 hingga 18.6.2. Korban umumnya terinfeksi setelah mengunjungi salah satu dari puluhan situs web asal Ukraina yang telah disusupi.

Meskipun jumlah pasti iPhone yang benar-benar rentan belum diketahui secara detail, langkah pembaruan perangkat lunak menjadi solusi utama. Namun, tantangan besar muncul karena masih banyak pengguna yang enggan melakukan migrasi ke sistem operasi yang lebih baru.

Data dari iVerify dan Lookout menunjukkan terdapat sekitar 220 juta hingga 270 juta unit iPhone yang masih menggunakan versi iOS rentan tersebut. Kondisi ini menempatkan ratusan juta data pribadi pengguna dalam posisi yang sangat tidak aman dari jangkauan peretas.

Sebagai informasi, iOS 18 pertama kali diperkenalkan oleh Apple pada tahun 2024 silam, tepat sebelum peluncuran iPhone 16. Setelah periode tersebut, Apple mulai menerapkan sistem penamaan baru berbasis tahun, termasuk kemunculan iOS 26 yang mengusung desain inovatif "liquid glass".