JAKARTAHYPE.COM - Lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) kini memicu kekhawatiran akan krisis global yang serius. Komponen krusial seperti chip memori menjadi sangat dibutuhkan, menciptakan potensi ancaman baru yang menuntut perhatian dunia.
Ketua SK Group, Chey Tae-won, baru-baru ini menyampaikan peringatan keras mengenai situasi ini. Ia menyoroti bahwa kelangkaan chip memori dapat menjadi "petaka baru" jika tidak diantisipasi dengan baik oleh semua negara.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, mengingat betapa pentingnya chip memori dalam berbagai aplikasi teknologi modern, termasuk pengembangan AI yang pesat. Ketergantungan pada komponen ini menjadikan pasokannya sebagai isu strategis.
Chey Tae-won secara khusus menggarisbawahi bahwa Korea Selatan, sebagai salah satu pemain utama dalam industri semikonduktor global, kemungkinan besar akan merasakan tekanan pasar chip memori yang kian memanas. Dinamika ini membutuhkan kewaspadaan ekstra.
Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah di berbagai negara untuk segera mengambil langkah-langkah strategis. Tujuannya adalah untuk melindungi dan memperkuat industri semikonduktor domestik mereka agar tidak tergilas oleh persaingan global yang ketat.
"Lonjakan permintaan untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) secara signifikan meningkatkan kebutuhan akan komponen krusial ini, menciptakan ancaman baru yang perlu diwaspadai oleh seluruh dunia," ujar Chey Tae-won.
Beliau menambahkan, "Korea Selatan kemungkinan besar akan merasakan tekanan serupa akibat dinamika pasar chip memori yang kian memanas."
"Saya mendesak pemerintah di berbagai negara untuk segera mengambil langkah strategis demi melindungi dan memperkuat industri semikonduktor domestik mereka," tegas Chey Tae-won.
Pernyataan ini menekankan pentingnya kemandirian teknologi dan kemampuan untuk memproduksi chip memori secara mandiri atau setidaknya memiliki cadangan yang cukup. Hal ini akan mengurangi kerentanan terhadap gangguan pasokan global.