JAKARTAHYPE.COM - Idol K-Pop asal Indonesia, Carmen Hearts2Hearts, tengah menjadi sorotan publik setelah penggemarnya menuding adanya perlakuan tidak adil dari agensi mereka, SM Entertainment. Sorotan utama kini tertuju pada perbedaan mencolok dalam pemilihan kostum yang dikenakan Carmen saat sesi pemotretan grup.
Para penggemar mengemukakan kekhawatiran ini menjelang comeback Hearts2Hearts dengan EP kedua mereka yang berjudul 'Lemon Tang', yang dijadwalkan rilis pada 22 Juni 2026. Promosi untuk album ini mencakup perilisan photobook berjudul 'Lemon Beach' yang hadir dalam dua konsep berbeda, yaitu 'Lemon Sun Version' dan 'Lemon Beach Version'.
Keresahan penggemar berpusat pada kostum Carmen dalam photobook tersebut, di mana ia menjadi satu-satunya anggota yang mengenakan celana panjang saat pemotretan di lokasi pantai. Sementara itu, tujuh anggota lainnya yang merupakan warga negara Korea Selatan tampak mengenakan celana pendek yang dianggap lebih sesuai dengan latar pantai.
Detail lain yang memicu protes terlihat pada photobook 'Lemon Beach Version', di mana stylist memadukan mini skirt dengan celana berbahan rajut untuk Carmen. Kontras ini semakin menonjol karena anggota lain tampil dengan pakaian pantai yang lebih terbuka dan serasi dengan konsep lokasi pengambilan gambar.
Kekhawatiran penggemar semakin memuncak saat mereka mengamati hasil foto dalam 'Lemon Sun Version' yang dirilis kemudian. Dalam salah satu foto bersama anggota A-na, wajah Carmen terlihat buram dan tidak jelas, menambah daftar panjang ketidakpuasan publik terhadap penanganan visual idol tersebut.
Situasi ini diperparah dengan penempatan posisi Carmen dalam framing foto, di mana badannya kerap tertutup oleh logo grup pada sampul photobook 'Lemon Sun Version'. Kejadian serupa pernah terjadi saat debut mereka dengan single album 'The Chase', di mana desain cover menutupi tubuh Carmen dalam kedua versi rilis.
Sejumlah penggemar menuding SM Entertainment melakukan praktik xenofobia terhadap anggota yang bukan berasal dari Korea Selatan, khususnya Carmen. Sebagai respons, komunitas penggemar yang dikenal sebagai S2U atau Hachu dilaporkan telah melancarkan aksi protes melalui pengiriman mass email untuk mendesak evaluasi internal agensi.
Kekecewaan ini diungkapkan oleh salah satu penggemar di platform X, yang menyatakan, "Ini konsepnya gimana sih???? Apapun alasan lu styling Carmen pakai celana panjang ini gabisa dibenarkan. Ini udah kelewatan banget.. nangis banget:((" ujar seorang penggemar di X.
Komentar lain menunjukkan tingkat kemarahan yang lebih tinggi, mengaitkan kejadian ini dengan insiden diskriminasi sebelumnya. "Sampai Indonesia turun salju pun, ini agensi nggak akan pernah tobat dari xenophobianya. Semua idol foreigner kena disrespect dan mistreatment loh. Ya I know idol Korean pun tetep kena mistreatment juga. Tapi idol foreigner terparah. Apalagi Carmen ini. Berapa kali dia kena? Aku sampai lupa berapa kali SM mistreatment Carmen saking banyaknya," komentar penggemar lain yang geram.