JAKARTAHYPE.COM - Konten kreator ternama, Aa Juju, baru-baru ini mengumumkan rencana perjalanannya yang cukup ekstrem. Ia berencana melakukan solo traveling ke wilayah Poipet, yang merupakan area perbatasan strategis antara Thailand dan Kamboja.
Rencana perjalanan yang tidak biasa ini diungkapkan Aa Juju saat ia ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Selasa, 19 Mei 2026. Keputusan untuk mengunjungi lokasi dengan reputasi yang dikenal cukup kelam tersebut diambil sepenuhnya secara mandiri oleh dirinya.
Keputusan ini muncul setelah Aa Juju sebelumnya diketahui sempat melakukan perjalanan ke India. Penentuan lokasi spesifik di kawasan perbatasan Poipet ini didasarkan pada rekomendasi yang ia peroleh dari penduduk lokal setempat selama berada di destinasi sebelumnya.
Saat diwawancarai, Aa Juju menjelaskan tujuan utamanya mengunjungi area perbatasan tersebut. "Rencana mau ke Kamboja lagi tapi daerah perbatasan yang ginjal-ginjal diambil-ambil," ujar Aa Juju saat ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Pria yang memiliki nama lengkap Julian ini menegaskan bahwa ia akan tetap melanjutkan rencana perjalanannya, meskipun ia menyadari sepenuhnya risiko keamanan yang mungkin terjadi di wilayah perbatasan tersebut. Keinginannya untuk melihat langsung kondisi di lapangan menjadi motivasi utama di balik keputusan ini.
Ia menambahkan, "Pengen lihat aja, pengen tahu aja. Agak ekstrem ya, pokoknya ke perbatasan aja," tutur Aa Juju menjelaskan niatnya untuk melakukan eksplorasi tersebut.
Aa Juju secara tegas menyatakan bahwa ia sengaja memilih sistem perjalanan tanpa pemandu wisata untuk mendapatkan kebebasan eksplorasi yang lebih besar. Ia mengaku selalu menghindari penggunaan jasa agen perjalanan ketika bepergian ke luar negeri.
"Sendirian, kalau ke luar negeri nggak pernah pakai tour guide karena repot," tegas Aa Juju mengenai preferensinya dalam melakukan perjalanan internasional.
Meskipun demikian, Aa Juju telah menyiapkan langkah antisipasi untuk potensi bahaya kriminalitas di lokasi tujuannya. Ia telah mengaktifkan sistem pengawasan khusus yang terhubung dengan rekan-rekannya di Indonesia.