JAKARTAHYPE.COM - Kisah manis tentang ikatan ibu dan anak terungkap melalui perhatian khusus yang diberikan oleh Venna Melinda terhadap masa depan gaya busana putrinya, Vania Athabina. Ia memiliki rencana jangka panjang mengenai penampilan sang putri ketika dewasa nanti.

Rencana ini berpusat pada koleksi pakaian lama Venna Melinda yang dianggap memiliki nilai seni dan keunikan tersendiri. Busana-busana tersebut kini disimpan dengan hati-hati.

Hal ini berkaitan dengan harapan besar Venna agar Vania tumbuh menjadi sosok yang lebih feminin dalam penampilan sehari-harinya. Keinginan ini mendorong Venna untuk melakukan persiapan khusus.

Persiapan tersebut adalah mengamankan koleksi busananya yang kini berstatus vintage sebagai warisan berharga. Busana-busana ini dinilai memiliki model yang sudah jarang ditemukan di pasaran saat ini.

Venna Melinda secara eksplisit menyampaikan niatnya ini saat berada di lokasi wawancara. Momen tersebut terjadi di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, pada hari Rabu, 7 Juli 2026.

Ia mengungkapkan harapannya mengenai pemanfaatan busana koleksinya di masa depan oleh sang putri. "Makanya aku selalu nyimpen. Soalnya ntar pas Vania gede, nanti aku pengin dia pakai baju-baju aku. Karena baju aku kan vintage, suka modelnya yang nggak ada lagi," ujar Venna Melinda di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2026).

Lebih lanjut, Venna mengkhususkan preferensi warna yang ia harap akan diadopsi oleh Vania dalam gaya berpakaiannya. Warna pastel menjadi pilihan utama yang dianggap cocok untuk Vania.

Vania Athabina sendiri diketahui telah menyetujui atau mengamini harapan sang ibu mengenai pemilihan palet warna tersebut. Ini menunjukkan adanya keselarasan visi antara ibu dan anak mengenai estetika penampilan.

Dengan demikian, koleksi busana lama Venna Melinda tidak hanya menjadi simpanan, tetapi juga sebuah warisan gaya yang ditujukan khusus untuk Vania. Ini merupakan bentuk perhatian seorang ibu dalam membentuk citra putri kesayangannya kelak.