JAKARTAHYPE.COM - Sebuah inovasi mengejutkan datang dari dunia ilmu pengetahuan dan desain ketika sebuah tas tangan yang diklaim terbuat dari kolagen fosil Tyrannosaurus rex diluncurkan di Amsterdam. Peluncuran yang terjadi pada hari Kamis (2/4) ini menarik perhatian publik internasional terhadap perpaduan antara paleontologi dan mode kelas atas.

Tas tangan unik dengan nuansa warna biru kehijauan ini dijadwalkan untuk dipamerkan di Art Zoo Amsterdam. Pameran tersebut akan berlangsung di atas batu, di bawah replika kerangka T. rex, hingga tanggal 11 Mei mendatang.

Selain dipamerkan, tas revolusioner ini juga dijadwalkan untuk dilelang dalam waktu dekat. Harga awal yang ditetapkan untuk lelang tersebut dilaporkan mencapai lebih dari setengah juta dolar Amerika Serikat, setara dengan sekitar Rp8,5 miliar.

Para ilmuwan yang terlibat dalam proyek ambisius ini menjelaskan metodologi pengembangan material tersebut. Mereka mengklaim material itu dihasilkan dari fragmen protein purba yang berhasil diekstraksi dari sisa-sisa dinosaurus.

Proses selanjutnya melibatkan penggabungan fragmen protein kuno tersebut ke dalam sel hewan yang belum teridentifikasi. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kolagen yang kemudian dapat diolah menjadi material menyerupai kulit.

Namun, klaim mengenai "kulit T. rex" ini disambut dengan skeptisisme dari beberapa ilmuwan di luar tim pengembang proyek. Mereka mempertanyakan validitas klaim tersebut, menduga bahwa material yang digunakan kemungkinan besar berasal dari hewan lain.

Melanie During, seorang paleontolog vertebrata dari Vrije Universiteit Amsterdam, menyatakan keraguannya terhadap keberadaan kolagen yang dapat dimanfaatkan dari fosil tersebut. Ia mengatakan, "Kolagen hanya dapat bertahan di tulang dinosaurus sebagai jejak terfragmentasi yang tidak dapat digunakan untuk menciptakan kembali kulit atau kulit T. rex," ujar Melanie During.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Thomas R. Holtz Jr., seorang paleontolog di Universitas Maryland. Ia menegaskan bahwa potensi kolagen yang teridentifikasi hanya berasal dari struktur tulang, bukan dari kulit dinosaurus.

Thomas R. Holtz Jr. lebih lanjut menjelaskan mengenai keterbatasan material purba tersebut. Ia menyatakan, "bahwa kolagen apa pun yang diidentifikasi dalam fosil T. rex berasal dari dalam tulang, bukan kulit, dan bahwa bahkan protein yang cocok sempurna pun akan kekurangan organisasi serat skala besar yang memberikan kulit hewan sifat-sifat khasnya," kata Thomas R. Holtz Jr.