JAKARTAHYPE.COM - Lima puluh tahun perjalanan Apple telah melahirkan banyak legenda, namun seringkali hanya dua nama yang terukir: Steve Jobs dan Steve Wozniak. Padahal, ada satu tokoh kunci lain yang turut meletakkan batu fondasi perusahaan teknologi raksasa tersebut.
Tokoh misterius itu bernama Ronald Wayne, yang secara resmi turut mendirikan Apple pada tanggal 1 April 1976, bersama dua pendiri lainnya. Kehadiran Wayne saat itu memberikan dimensi berbeda dalam dinamika awal perusahaan teknologi tersebut.
Wayne adalah figur yang paling matang di antara ketiganya, dengan usianya mencapai 41 tahun saat Apple didirikan. Bandingkan dengan Jobs yang baru berusia 21 tahun dan Wozniak yang berusia 25 tahun kala itu.
Dialah yang bertanggung jawab menamai perusahaan tersebut sebagai Apple Computer, setengah abad yang lalu, dan merancang perjanjian kemitraan formal pertama yang mengikat secara hukum. Wayne juga berperan penting dalam visual awal identitas perusahaan.
Lebih dari sekadar administrasi, Ronald Wayne merupakan arsitek di balik logo Apple yang orisinal. Logo tersebut menggambarkan pena dan tinta Sir Isaac Newton yang sedang termenung di bawah pohon apel.
Namun, pembagian kepemilikan saham Wayne tidak sebesar kedua rekannya, ia hanya mendapatkan jatah 10% saham. Sementara itu, Jobs dan Wozniak masing-masing menguasai 45% saham perusahaan.
Ironisnya, Wayne justru menjadi pendiri yang paling terbebani secara finansial dan emosional saat awal pendirian Apple. Ia disebut sangat mengkhawatirkan risiko yang harus ditanggung bersama.
Dilansir dari Phone Arena, kekhawatiran Wayne muncul karena ia adalah satu-satunya yang sudah memiliki aset yang bisa hilang. Sebagai mitra, ia menanggung tanggung jawab pribadi atas segala utang yang mungkin timbul dari kemitraan tersebut, bukan korporasi.
Kekhawatiran ini mendorongnya mengambil keputusan drastis; Wayne memutuskan untuk keluar dari kemitraan Apple hanya dalam kurun waktu 12 hari sejak pendirian. Keputusan ini berujung pada kompensasi yang sangat kecil bagi kontribusinya.