JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden yang menimbulkan ketidaknyamanan dialami oleh Karina Ranau, yang merupakan istri dari mendiang aktor ternama Epy Kusnandar, baru-baru ini. Peristiwa ini terjadi tepat di depan lokasi warung miliknya yang berlokasi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Kejadian yang diduga mengarah pada kekerasan ini berlangsung pada hari Senin, 15 Juni 2026, tepat pada siang hari. Saat itu, Karina sedang dalam proses persiapan untuk membuka operasional warungnya.
Peristiwa bermula sekitar pukul 11.45 WIB, ketika seorang pria tak dikenal tiba di lokasi menggunakan sepeda motor. Pada waktu tersebut, warung tersebut masih dalam keadaan tertutup terpal karena jam buka resmi dijadwalkan sekitar 15 menit kemudian.
Pria tersebut dilaporkan bertindak agresif dengan langsung membuka paksa terpal penutup warung tersebut. Setelah itu, ia langsung membentak Karina dengan nada tinggi, menuntut agar pesanan makanannya segera dilayani.
Karina Ranau kemudian mencoba menjelaskan situasi kepada pria tersebut dengan nada persuasif. Ia mengatakan, "Bapak sebentar ya Pak, kita bukanya sebentar lagi. Bapak tunggu dulu di tenda ya Pak, nanti kita panggil kalau sudah," ujar Karina Ranau saat ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2026) malam.
Namun, permintaan untuk bersabar tampaknya tidak diindahkan oleh pengunjung tersebut. Pria itu bersikeras untuk memesan makanan saat itu juga, menciptakan suasana yang sangat tidak menyenangkan sejak awal interaksi.
Karina Ranau melanjutkan ceritanya mengenai penolakan yang ia terima: "'Nggak, ini aja mau sekarang aja pesannya'. Pokoknya dengan suasana tidak enaklah dari awal," kata Karina Ranau saat ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2026) malam.
Insiden ini menjadi perhatian publik mengingat status Karina Ranau sebagai istri dari almarhum Epy Kusnandar. Dugaan perlakuan kekerasan tersebut menjadi sorotan utama dalam narasi yang disampaikan oleh Karina.
Dikutip dari berbagai sumber, peristiwa ini menjadi pembelajaran penting mengenai pentingnya kesabaran saat berinteraksi dengan pemilik usaha kecil yang sedang dalam persiapan operasional.