JAKARTAHYPE.COM - Perjuangan menghadapi sorotan negatif di ranah digital merupakan tantangan signifikan bagi banyak individu, khususnya mereka yang memiliki ciri fisik berbeda. Fenomena ini turut dialami oleh Sahriyah, seorang perempuan muda berusia 23 tahun yang berdomisili di Madura.

Apa yang membuat Sahriyah menjadi sorotan adalah perbedaan fisik yang dimilikinya, yakni pertumbuhan rambut di area wajah yang menyerupai brewok. Kondisi ini sayangnya sering kali menarik perhatian publik yang tidak selalu positif.

Akibat perbedaan fisik tersebut, Sahriyah kerap menjadi sasaran komentar-komentar negatif yang dilontarkan oleh sejumlah warganet di media sosial. Hal ini membawanya harus menghadapi isu perundungan daring atau cyberbullying dalam intensitas yang cukup sering.

Alih-alih merasa tertekan dan memilih untuk menarik diri dari sorotan atau berusaha menyembunyikan kondisinya, Sahriyah mengambil sebuah langkah yang patut diapresiasi. Ia menunjukkan keberanian luar biasa dalam menghadapi situasi yang ada.

Keputusan yang diambil Sahriyah adalah tampil secara terbuka dan jujur di hadapan publik melalui medium konten digital yang ia produksi sendiri. Ini menjadi strateginya dalam merespons kritik yang diterimanya.

Proses penerimaan diri ini diwujudkan Sahriyah melalui karya-karya kreatif yang ia bagikan secara daring. Langkah ini menunjukkan bahwa ia memilih untuk mengubah narasi negatif menjadi afirmasi positif tentang dirinya.

Dilansir dari MEDIAMKOMPETEN.CO.ID, pengalaman Sahriyah menjadi potret nyata bagaimana seseorang dapat memilih respons positif saat menghadapi tekanan sosial akibat standar kecantikan konvensional. Ia menjadikan platform digital sebagai ruang untuk validasi diri.

"Perbedaan fisik yang ia miliki, yakni pertumbuhan brewok di wajahnya, justru membuatnya kerap menjadi sasaran komentar negatif dari warganet," demikian salah satu narasi yang menggambarkan kesulitan awal yang ia hadapi, dikutip dari MEDIAMKOMPETEN.CO.ID.

Pengalaman menghadapi perundungan daring tersebut juga disorot dalam pemberitaan, "Kondisi ini membuatnya menghadapi isu perundungan (bullying) daring yang tidak sedikit," ujar sumber berita tersebut.